Selasa, 03 Januari 2012

Penulis : Karla M. Nashar
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 264 halaman
Terbit : Juni 2007
Rating : 3/5


"But what do you do if you get horny?"
Demi Zeus dan para dewa Yunani lainnya ! What is it with this man?!
Pria dihadapanku ini, yg kukenal belum sampai sebulan, bukan pacarku, bukan sahabatku, tidak juga punya hubungan darah apapun dgnku, hanya rekan bisnis, tapi ingin tahu apa yg kulakukan jika libidoku sedang naik?!
He's got to be kidding me !!

Awalnya nama Fabian Ferdinata bagiku sama artinya dgn kejengkelan tak berujung. Pria Italia itu sangat tahu bagaimana membuat sarafku menegang cepat dan membuat setiap percakapan kami berakhir dgn kemarahan dipihakku. Namun yang paling menyebalkan adalah, Fabian sangat tahu bagaimana membuatku tampak seperti alien karena diusia yang sudah 27 tahun ini, aku memutuskan untuk tetap mempertahankan virginity-ku. Sesuatu yang menurutnya sangat absurd untk wanita seperti aku.

Setidaknya begitulah. Sampai akhirnya waktu memisahkan dan mempertemukan kami lagi pada suatu pagi yang beku di Time Square. Namun seiring musim berganti di New York, aku harus menghadapi kenyataan mengejutkan tentang Fabian. Dan perasaanku sendiri terhadapnya.




Sinopsis :
Lana adalah perempuan yang memengang teguh budaya Timur. Diusianya yang ke-27, Lana tetap menjaga 
virginty-nya. Hal itu sering menjadi pemicu putusnya hubungan Lana dengan pacarnya. Hingga suatu ketika Lana bertemu dengan Fabian. Cowok Italia yang sering sekali menggodanya karena masalah virginity-nya. Semula Lana hanya menggapi dengan diam namun lama-lama ia mulai jengkel juga. Ia benar-benar membenci cowok Italia itu! 


Dua sahabat Lana yaitu Sissy dan Tiar selalu mendengarkan curhatan Lana dengan sabar. Kadang Lana sempat berpikir bagaimana mereka bisa bersahabat. Sissy yang religius dan sangat konvensional, sedangkan Tiar tipikal perempuan cantik, modis, dan sangat kosmopolitan. Pokoknya Sissy dan Tiar bagai langit dan bumi deh. Mungkin karena sudah berteman sejak lama, persahabatan mereka bisa terjalin dengan erat hingga kini. Walau mereka bertiga miliki kepribadian yang sangat berbeda. 


Lambat laun Lana akhirnya menyadari bahwa Fabian sebenarnya orang yang baik. Namun saat Lana mulai menganggap Fabian lebih dari sekedar teman, cowok Itali itu malah tiba-tiba menghilang. Karena di kantor lama terlalu banyak kenangan, akhirnya Lana memutuskan pindah kantor. Dan di kantor barunya ia mendapat traning ke New York. Siapa sangka disana lah awal pertemuan Lana dan Fabian setelah lama tidak bertemu. Tapi ada sesuatu yang mengganjal. Fabian kini telah berubah. Ia tidak seceria dulu dan sekarang ia tidak lagi menggoda Lana. Belakangan baru diketahui kalau Fabian mengidap penyakit memtatikan Lupus, yaitu kelebihan sel daya tahan tubuh yang pada akhirnya akan menyerang sistem kekebalan tubuh. Penyakit Lupus sampai saat ini belum ditemukan obatnya. 


Sebelum Lana kembali ke Indonesia, Lana berjanji akan mendampingi Fabian selama sisa traningnya. Saat mereka berpisah Fabian memberikan sepucuk surat yang isinya bahwa Fabian mencintai Lana. Sebenarnya Lana juga mencintai Fabian, namun ia kehabisan waktu untuk membalas pernyataan Fabian. Setibanya di Indonesia ia bertemu dengan Donny. Mata Donny mirip dengan mata Fabian yaitu mata yang memberikan sinar keteduhan. Perlahan posisi Fabian mulai tergantikan oleh Donny walau hati kecil Lana masih dihantui oleh surat Fabian. Lalu siapa yang Lana pilih? Cari tau dalam novelnya ya..


Novel itu lumayan. Sedih karena Fabian pada akhirnya harus meninggal. Tapi sedihnya novel ini belum bikin aku nangis. Ada pesan moral yang ingin disampaikan penulis melalui novel ini. Seberapa modern-nya jaman ini, kita harus tetap menjunjung nilai budaya timur. Nilai yang dimana virginty sangat disakralkan. (rai-ina)

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
Setelah membaca mohon tinggalkan pesan pada kolom komentar.
Salam. ^^

 
Copyright (c) 2010 My Dream is My Life. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.