Sabtu, 30 Juni 2012

Penulis : Lusiwulan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 224 halaman
Terbit : Mei 2006
Rating : 3/5


Daftar Riwayat Hidup Pacar Alternatif
Nama : Pinisi
Usia : 27 tahun
Status : 1.Single 2.Geng Metropop 3.Waras (status terdaftar)
Hobi: Bertutur asaaal!

Pengalaman membahagiakan dan mengenaskan :
1. Menjadi freelancer di tiga tempat : majalah, radio dan toko buku di Jakarta Raya.  
2. Bertemu dua cowok yang notabene anak pemilik grup majalah dan radio tersebut yang berlanjut menjadi hubungan intens yang membingungkan karena status tidak jelas (dideketin malas - malasan, ditinggal nggak mau!).
3. Jatuh cinta pada salah satunya, tapi ya itu tadi... membingungkan, antara mau dan tidak mau!
4. Berteman dengan orang - orang yang sama - sama nggak sepenuhnya beres.
5. Punya ibu yang rese minta ampun dan omongannya sering asal (turunan, kali!).

Data tambahan :
Baca baik - baik buku ini biar tahu riwayat lengkap Pinisi yang bikin gregetan!




Sinopsis :
Pinisi, lajang 27 tahun, workaholic sejati. Buktinya Pinisi kerja di tiga tempat sekaligus : majalah, radio, dan toko buku. Di radio All Day FM, Pinisi siaran setiap malam kamis sambil sesekali menggantikan jadwal siaran Jengki --adik angkatnya di radio-- kalau cowok tersebut sedang berhalangan. Sedangkan di All Day Magazine, Pinisi kebagian nulis rubik Shortcut to Life yang berisikan opini tentang hal-hal yang sedang hangat diperbincangkan. Dan yang terakhir menjadi shop assistant di toko buku. Biasanya Pinisi jaga di toko buku tiap sabtu-minggu atau kalau Elma --bos Pinisi yang sudah dianggap sebagai kakak-- memerlukan Pinisi sewaktu-waktu, Pinisi dengan senang hati melesat ke toko tersebut.


Pinisi sebenarnya memiliki kenangan pahit di masa lalu. Taufan --pacar Pinisi semasa kuliah di Jogja-- ternyata sudah dijodohkan sejak kecil. Hati Pinisi hancur ketika mendengar pernikahan Taufan setelah cowok tersebut lulus, dan kenyataan bahwa adik dari istri Taufan, Monita merupakan rekan sekantor di All Day Magazine. Terlebih menurut keluarga istri Taufan, Pinisi adalah perebut tunangan orang lain. Sebenarnya Taufan lah yang salah karena tidak mengatakan yang sebenarnya kepada Pinisi. Taufan terlalu pengecut untuk mengatakan yang sebenarnya bahkan untuk kabar pernikahan Taufan, Mama Taufan lah yang harus turun tangan dan ikut menangisi perpisahan Pinisi dan Taufan.


Adalah Alif Deswin, 33 tahun, kini memantapkan diri untuk mengurus Deswin Group milik Ayahnya. Deswin Group terbagi menjadi 3 bagian : All Day FM, All Day Magazine, dan PH. Alif pertama kali bertemu Pinisi karena bertubrukan di pintu All Day FM. Karena Pinisi bekerja di dua kantor Deswin Group, Alif pun banyak bertanya mengenai situasi kedua kantor tersebut. Sejak itulah mereka menjadi dekat bahkan Alif terang-terangan memberikan sinyal kepada Pinisi. 


Biyan Deswin, 23 tahun, wajah oriental, bertemu dengan Pinisi saat bersembunyi dari keramain kantor. Pertemuan Pinisi dan Biyan memang tak sesering seperti pertemuan Alif dengan Pinisi. Namun saat bersama Biyan, Pinisi merasa berbeda. Apalagi Biyan selalu muncul membantu Pinisi di saat tak terduga, padahal cowok itu sering berlagak cuek di depan Pinisi. Seiring berjalannya waktu hubungan Pinisi dengan Biyan mulai menghangat apalagi sejak Biyan mengambil alih All Day FM (sementara PH dan All Day Magazine diurus Alif) Pinisi sering mendapati Biyan memperhatikan dirinya saat siaran. Tapi semua berubah, hati Pinisi kembali hancur saat mengetahui Biyan akan menikah dengan Nevi yang sedang hamil. Apakah kejadian kembali terulang? Pinisi untuk kesekian kalinya dijadikan pacar alternatif, pacar yang diperuntungkan jika hubungan utama gagal. Dulu ia dijadikan pacar alternatif oleh Taufan, kini haruskah ia menjadi pacar alternatif Biyan? Belum lagi kedekatan Alif dengan Monita membuat Pinisi pusing.


Gimana ya.. Awal aku baca novel ini, aku dibuat terhibur dengan penjelasan Pinisi yang memang mejikuhibiniu. Dimulai pertemuan Pinisi dengan Obre atau Obeng yang katanya sempat saling taksir-taksiran semasa kuliah, kedatangan Tukin --fans berat Pinisi-- yang selalu membawa bekal untuk Pinisi ke radio, sampai cerewetnya Ibu Pinisi yang selalu memperingatkan umur anaknya yang bentar lagi kepala tiga. Semua itu sukses bikin aku ngakak dan nggak bosen buat baca per halaman.


Tapi entah kenapa saat kehadiran Biyan (menurut ku), Pinisi seperti kehilangan jati dirinya. Dan anehnya mereka bersatu. Parah.. Di novel ini, Pinisi goar-goar bilang ada chemistry kalau sama Biyan. Aku selaku pembaca nggak dapet greget chemistry antara Pinisi dengan Biyan. Malah cocokan Alif sama Pinisi menurutku. Gini deh, Pinisi kalau sama Alif pasti bawaannya happy, suka ngomong lucu, pokoknya Pinisi banget. Sedangkan kalau sama Biyan, Pinisi berubah menjadi wanita dewasa yang penuh pengertian, sok tegar dan tabah kayak batu karang walau udah dipermainkan sama brondong plin plan, pokoknya nggak Pinisi banget. Aslinya kan Pinisi pecicilan!! Sebenernya aku suka Pinisi karena dia adalah tokoh yang nggak jual mimpi, maksudnya bukan tokoh high class yang cenderung ditebar oleh sebagian besar novel metropop. Tapi karena pilihannya bersama Biyan bikin akau nggak suka. 


Intinya aku kurang suka sama endingnya. Dan untuk pertama kalinya aku nggak suka sama tokoh utama cowok dalam novel. Oh shiiit, sampai aku selesai baca novel ini, aku nggak mampu bayangin Biyan yang katanya Hua Ce Lei wanna be!!! Wanna be dari hongkong kalau otaknya plin plan gitu. Ih amit amit deh. Nggak ada bagusnya tuh si Biyan. Dan lagian sejak kapan Pinisi suka Biyan, Biyan suka Pinisi? Ketemu aja kadang-kadang, itu pun seringan kalau ketemu nggak ngomong. Kalau ngomong pun pasti obrolan galau. Munafik!!! Sudah, sudah. Ngapain aku emosi sama novel ini. Pokoknya aku nggak mau ngurus novel ini beserta ceritanya beserta tokoh-tokohnya! Lagian kalau ada Award, tokoh-novel-mana-yang-nggak-kamu-inginkan-untuk-bersatu? Jelas Pinisi with Biyan. Dan untuk tokoh-novel-mana-yang-kamu-inginkan-untuk-tidak-bahagia-walau-pun-mereka-bersatu? Double jelas untuk Pinisi dan Biyan. Bravo! Buku ini benar-benar membuat saya geregetan!! (rai-ina)

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
Setelah membaca mohon tinggalkan pesan pada kolom komentar.
Salam. ^^

 
Copyright (c) 2010 My Dream is My Life. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.