Minggu, 18 November 2012



Penulis : Helga Rif
Penerbit : Bukune
Tebal : 328 halaman
Terbit : Juni 2012
Rating : 4/5

Aku telah melangkah melewati beribu-ribu jarak, beribu-ribu hari, membawa ruang kosong di hatiku. Cinta telah kutitipkan pada masa lalu, tetapi aku masih menyimpan sehela harapan masa depan bersamamu. Aku masih ingat hangat jemarimu di pipiku, membawakan getar hidup yang hilang bersama langkahmu yang menjauh.

Lalu, hari ini, kau tiba-tiba berdiri di hadapanku, menatapku lekat, seolah membiarkanku membaca gurat-gurat kisah yang selalu kau sembunyikan. Aku hanyut dalam diam; seketika mengulang kembali sebuah kisah cinta dalam benakku. Kau, aku masih sangat mengenalimu meski beribu-ribu masa telah menyamarkan wajahmu—juga mengenali cinta, dan luka dalam langkah kita dulu….

Kali ini, apakah hanya cinta yang kau bawakan untukku? Dan, apakah kau berharap aku menyambutmu dalam peluk hangat dan isak penuh kerinduan? Tapi, aku takut cinta seperti pelangi—yang indah terlihat, tetapi ternyata hanyalah ilusi.

Dan, aku khawatir ketika mendapatimu hanya terdiam. Apakah kau pun mulai ragu dengan cinta, cinta yang kau bawakan kemarin untukku?




Sinopsis : 
Satira dan Intan adalah sahabat kental dari SMA. Tapi perbandingan mereka seperti bumi dan langit. Satira yang berkulit coklat, rambut bergelombang, dan berwajah lonjong sementara Intan memiliki postur tubuh layaknya model profesional : wajah oval, tinggi semampai, berkulit putih, dan rambut hitam pekat. Persahabat mereka berjalan mulus bahkan mereka memutuskan untuk kuliah di Fakultas yang sama yaitu Fakultas Ekonomi. Namun semua berubah ketika mereka berdua mengenal sosok Arga di tempat dan situasi yang berbeda. Satira tak sengaja bertemu dengan Arga di Radio Gema Surabaya saat hendak mencari tiket konser MLTR (Michael Learns To Rock). Sementara Intan mengenal Arga karena Arga merupakan teman Kak Yongky--pacar kakak Intan, Kak Dewi--.

Intan terang-terangan bercerita kepada Satira bahwa ia menyukai Arga. Satira yang sebenarnya juga menyukai Arga sejak di radio, memutuskan untuk memendam perasaannya dan malah membantu sahabatnya mendapatkan Arga. Jadilah kemana pun Intan dan Arga pergi, Satira selalu mengekor dibelakangnya. Ini semua karena Intan yang tidak percaya diri saat bertemu dengan pujaan hatinya hingga mengorbankan Satira yang harus rela menjadi obat nyamuk. Tapi lambat laun Satira menyadari bahwa Arga menyukai dirinya bukan Intan. 

Tidak ingin menyakiti Intan, Satira memohon kepada Arga agar menerima Intan menjadi pacarnya. Arga pun mengiyakan asalkan Satira tidak lagi menghindari hatinya --yang sebenarnya menyukai Arga tapi mati-matian ditepisnya-- dan membiarkan Arga berada di dekat Satira juga. Waktu pun berlalu, perasaan Arga dan Satira kian menguat sementara Arga masih berpacaran dengan Intan. Hingga akhirnya Kak Yongky lah yang mengetahui hubungan mereka berdua. Intan yang marah memutuskan untuk menyudahi persahabatannya dengan Satira. Mama Satira yang malu dengan kelakuan anaknya memutuskan untuk mem-protect dengan keras. HP disita, kemana-mana diantar supir, bahkan latihan Satira dengan band jazz-nya dibatasi.

Satira mungkin tahan dengan kelakuan Mamanya yang over protectif, namun Arga yang menghilang secara tiba-tiba membuat Satira sakit hati. Terlebih berita Intan yang pergi ke luar negeri (atau ke luar kota? lupa aku) membuat Satira makin terpuruk karena membiarkan persahabatannya hacur begitu saja.

Tujuh tahun kemudian... Satira telah menjadi vokali band jazz yang sedang naik daun. Dan kini Satira telah menemukan Adrian sebagai pengganti Arga dalam hidupnya. Tapi bertemuannya dengan seseorang di Pulau Bali menggoyahkan perasaan Satira. Seseorang yang tujuh tahun lalu menghilang tanpa sebab. Seseorang yang bernama, Arga...
Apakah hati Satira akan berpaling ke Arga lagi? Walau belakangan kenyataan mulai terungkap. Bahwa Arga telah berkeluarga di Jogja...

Akhirnya keceplosan juga tentang ending cerita ini. Eits, bukan itu sih sebenernya endingnya. Itu cuma awal klimaks dari novel ini. Hehe. 
Nggak nyangka ya, uda 3 bulan blog ini nganggur tanpa ada postingan yang berarti dari si empu yang punya blog. Alasannya sih simpel, udah kelas 3 jadi harus banyak belajar. Tapi nyatanya? Aku malah keasyikan nonton drama korea lah, film jepang lah, apalagi yang sekarang lagi aku sukain nonton thailand movie. Yay!!! Jadilah tiap internetan selalu searching yang begituan. Bukannya ngurusin blog sendiri. #Stop curhatnya, balik ke cerita awal.

Oke, aku sempet nggak mau baca novel ini gara-gara prolognya yang minta ampuuuuun deeh datar melayu melayu sedih sedih suram suram nggak jelas gitu. Tapi untung masuk ke bab 1 mulai ada dapet gregetnya, meskipun pas adegan di radio hampir membuat mataku tertutup. Upss :D. Tapi untuk selanjutnya jalan cerita udah oke kok. Mungkin pas di ending aja aku sempwt mencak-mencak sendiri gara-gara sifat plin plan si Satira.

Novel ini awalnya aku kasi rating 3 karena sampai saat ini aku masih bertanya-tanya kemanakah sosok Intan menghilang? Intan menghilang gitu aja. Nggak kayak Arga yang diakhir cerita nongol lagi. Menurutku sih baiknya Intan diceritain satu paragraf aja gak pa-pa kok. Yang penting pembaca tau gimana keadaan Intan setelah kejadian itu. Udah nikah kah? Mati kah? Perawan tua kah? Kalo kayak gini kan aneh. Terus persahabatan mereka berakhir gitu aja? Lo gue end, terus udah. Gitu aja? Oh em jiiiii... Tapi akhirnya aku memutuskan menambah 1 rating karena sampulnya yang bagus dan penulisnya dari Bali. Hehe.

Sekian resensi ku kali ini. Bagi yang penasaran dengan endingnya, silahkan baca di tempat terdekat (baca : toko buku, taman bacaan, minjem di temen). Dan sepertinya aku harus merayakan kebangkitan blog ini deh. Karena setelah sekian lama, akhirnya tanganku mulai tergerak untuk mengetik di laptop tentang beginian. Biasanya sih ngetik powerponit buat persentasi besoknya. Tentang harapan... Mudah-mudahan aku bisa meresensikan 3 novel dalam waktu deket ini yaitu Bella and The Beast, My Sky, dan Sepatu Kaca. Dua novel terakhir adalah novel yang sudah kubaca dan kini aku baca ulang karena belum sempat diresensi. (rai-ina)  

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
Setelah membaca mohon tinggalkan pesan pada kolom komentar.
Salam. ^^

 
Copyright (c) 2010 My Dream is My Life. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.