Jumat, 13 Juli 2012

Penulis : Stephanie Zen
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 272 halaman
Terbit : Oktober 2009
Rating : 3/5

Thalita baru saja masuk SMA, dan ortunya nggak mengizinkan dia masuk ke SMA tempat Andra, mantannya, bersekolah. Itu karena Andra junkie, dan ortu Thalita nggak mau ambil risiko anaknya ikut terjerumus ke dunia drugs. Sebenarnya Thalita masih sayang sama Andra, tapi ia kecewa lantaran Andra nggak mau menuruti permintaannya untuk ikut rehab. Ia akhirnya memutuskan Andra dan masuk SMA yang ditunjuk ortunya.

Sayang, Andra ternyata nggak begitu saja mau melepas Thalita. Ia terus memohon supaya mereka balikan. Thalita dilema, tapi ia tahu, demi kebaikannya sendiri, ia nggak boleh balikan lagi sama Andra.

Di sekolahnya yang baru, Thalita bertemu Darren, cowok yang dingin setengah mati sama cewek. Itu lantaran Darren pernah dikecewakan Cheryl, cewek yang dicintainya habis-habisan tapi lebih memilih hidup dalam dunia hedonis, termasuk berkubang dalam drugs.

Thalita dan Darren, yang terpaksa melepas dua orang yang mereka sayangi karena narkoba, akhirnya merasa cocok satu sama lain. Dan berkat Tatyana, adik Darren, yang menjodoh-jodohkan mereka, Thalita dan Darren akhirnya jadian.

Semua terasa sempurna saat ini. Tapi, bagaimana jika Cheryl kembali? 




Sinopsis :
Orangtua mana sih yang tega liat anak sendiri pacaran sama junkie--pecandu narkoba? Jelas nggak ada. Setiap orangtua menginginkan hal terbaik buat anaknya. Begitu pula Papa Thalita yang memutuskan hubungan Thalita dengan Andra dan menyekolahkan Thalita ke sekolah yang berbeda dengan Andra. Sebenernya Thalita nggak tega putus dengan Andra. Bukan hanya karena masih sayang, tapi Thalita khawatir jika Andra berbuat nekat setelah perpisahan mereka. Apalagi Thalita tau penyebab Andra menjadi seorang junkie karena Papanya menikah lagi dengan wanita lain dan Mamanya yang suka mabuk tak pernah menghiraukan Andra. Namun melihat Andra yang tak ada niat untuk rehab, Thalita menjadi yakin bahwa putus dengan Andra adalah jalan terbaik.

Saat hari pertamanya bersekekolah Thalita hampir tertabrak motor dan pengendara motor tersebut adalah Darren, cowok cakep yang terkenal dingin terhadap semua cewek. Dan parahnya Darren merupakan kakak Tatyana, teman sekelas Thalita yang terkenal cantik. Kenapa mereka bisa satu angkatan padahal kakak adik? Jawabannya bukan karena mereka kembar tapi karena pas kecil Tatyana ngotot masuk sekolah gara-gara melihat Darren yang udah sekolah. Suatu hari Tatyana ngomong ke Thalita kalo dia pengen Thalita deketin Darren. Tatyana sedih ngeliat kakaknya yang trauma terhadap cewek. Ini semua karena Cherly. Dulu Darren suka sama Cherly, sayangnya Cherly adalah cewek nggak bener : suka minum, ngerokok, pecandu, dll. Cherly sempat mempermalukan Darren dengan mengatai-ngatai bahwa Darren adalah cowok pengecut karena nggak berani nyoba narkoba.

Thalita menyanggupi permintaan Tatyana setelah mendengar cerita pahit Darren. Mungkin Thalita merasa senasib dengan Darren. Orang yang mereka sayangi sama-sama pecandu narkoba. Singkat cerita, Thalita dan Darren menjadi dekat tapi entah kenapa hati Thalita masih tertaut pada Andra. Puncaknya, Thalita dan Darren--yang saat itu sedang merayakan keberhasilan persentasi mereka--nggak sengaja ketemu Andra. Thalita bilang ke Andra kalo Darren itu pacar barunya padahal sebenernya Thalita berbohong. Thalita cuma pengen Andra bangkit dari keterpurukannya. Namun sayang, keesokan harinya Andra meninggal karena over dosis. Thalita hancur mendapati berita itu dan menyalahkan dirinya sendiri.

Di saat Thalita terpuruk, Darren berada disisinya. Darren yang membantunya untuk bangkit menatap masa depan. Maka saat Darren meminta untuk menggantikan posisi Andra, Thalita dengan mantap mengiyakan. Tapi tiba-tiba Darren menghilang tanpa kabar, Thalita dibuat kelimpungan. Saat Darren kembali sekolah, Darren berubah. Lambat laun Thalita mengerti perubahan Darren karena Cherly yang telah kembali. Apalagi Cherly telah bersih dari narkoba. Bisa ditebak Darren lebih memilih Cherly. Thalita hancur untuk kedua kalinya. Tapi benarkah ini ending dari kisah Thalita? Simak selengkapnya dalam novel ini.

Kalo boleh nimpuk Darren, udah dari dulu-dulu aku nimpuk tu cowok pakek batu. Nggak ada hati banget. Ninggalin Thalita di halte bus, putus dengan Thalita tanpa ngasi penjelasan apa-apa. Minta maaf pun enggak!!! Gilaa.. Dari awal Darren diceritain yang baik-baik eh pas mau akhir baru kelihatan gimana brengseknya nih cowok. Dan endingnya pun nggak membuat aku, selaku pembaca, kembali simpatik ama ini cowok. Tetep aja kesel.... Untuk Thalita, aku merasakan perubahan menjadi dewasa dalam novel ini. Di awal bacanya Thalita masih cewek rapuh ditinggal Andra, tapi begitu diakhir cerita Thalita menjadi sosok yang tegar saat ditinggal Darren yang nyatanya lebih memilih Cherly. Heloooo?? Jadi pas Darren minta menggantikan posisi Andra buat Thalita, itu bohong gitu? Pletak!! 

Well, novel ini lumayan kok. Pesan moralnya dapet, gimana jahatnya narkoba bagi sebuah kehidupan seseorang. Lihat keadaan Andra. Rasanya sayang cowok itu meninggal karena OD. Andra jadi junkies kan karena keadaan keluarga yang sudah hancur lebur. Jadi yang patut disalahkan adalah keluarganya terutama Mamanya!! Tapi kalo buat Cherly, ini emang hukuman yang adil buat cewek brengsek kayak dia. Kalau dipikir-pikir aku lebih suka Andra dibandingkan Darren. Andra jelas sayang sama Thalita sedangkan Darren perlu dipertanyakan. 

Oke, kurangnya novel ini adalah penjabaran yang terlalu bertele-tele (apalagi pas jadian Thalita dan Darren), chemistry semua pasangan novel ini NOL BESAR (di novel sebelumnya Stephanie Zen, aku nggak pernah menemukan chemistry antar tokoh, malah aku sering berpikir bagaimana awal mereka saling suka? Masa karena ini cewek asyik diajak ngobrol atau nyambung kalau diajak ngobrol? Hadeeh) dan nasehat Papa Thalita tentang narkoba yang terlalu dibuat-buat malah maksa banget dialognya. Untuk endingnya, aku nggak suka. Terlalu enak buat Darren. Butuh waktu yang lama buat mengembalikan hati Darren setelah disakiti Cherrly untuk kedua kalinya. Padahal Thalita aja nggak segitunya. Lagian Cherly kan masih hidup, nggak kayak Andra yang udah meninggal. Kesannya Darren banci banget yah. Btw aku nyembunyiin endingnya. (rai-ina)

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
Setelah membaca mohon tinggalkan pesan pada kolom komentar.
Salam. ^^

 
Copyright (c) 2010 My Dream is My Life. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.