Jumat, 04 Januari 2013


Penulis : Orizuka
Penerbit : Gagas Media
Tebal : 384 halaman
Terbit : Maret 2012
Rating : 4/5

Suatu hari dalam hidupku, kau dan aku bertemu. Masih jelas di ingatanku sosokmu yang memukauku. Lidahku jadi kelu, mulutku terkatup rapat karena malu. Setiap malam, bayangmu menari-nari dalam benakku.

Ada sejuta alasan mengapa aku begitu memujamu. Kau menyinari relung gelap hatiku. Kau satu-satunya orang yang ingin kurengkuh. Kau yang bertanggung jawab atas segala rindu. Kau adalah yang teristimewa bagiku.

Tanda-tandanya sudah jelas: aku menyukaimu. Tetapi, bagaimana caranya untuk mendekatimu? Kau begitu jauh, sulit kuraih dengan jari-jemariku.

Dan semakin lama, aku mulai menyadari satu hal. Bahwa kau dan aku mungkin ditakdirkan tak bisa bersatu...




Sinopsis :
Princessa Setiawan dan Benjamin Andrews merupakan pasangan yang serasi. Setidaknya itu anggapan yang memenuhi hampir seluruh penghuni SMA Pelita Kita. Gimana enggak, Benji dan Cessa sudah terbiasa untuk melakukan sesuatu hal bersama. Ke sekolah bareng, ke kantin bareng, duduk di kelas bareng, pokoknya semua bareng! Benji seolah-olah menjadikan dirinya sebagai pangeran yang selalu menjaga dan melindungi Cessa, selaku sang putri. Singkatnya, dimana ada Cessa pasti ada Benji. Mereka seakan sudah ditakdirkan bersama sejak kecil. 

Tapi takdir itu seakan berubah. Di kelas baru mereka yaitu XII IPA 2, Benji dan Cessa diharuskan berpisah (maksudnya pisah tempat duduk) karena pihak sekolah telah mengatur denah tempat duduk. Sialnya Cessa duduk di depan Surya, cowok miskin yang memiliki otak jenius. Sejak kecil Cessa membenci orang miskin. Jadi ketika menemukan orang miskin dibelakang bangkunya, Cessa dengan polosnya menolak untuk duduk di depan Surya. Parahnya, Surya juga membenci orang kaya macam Cessa. Bagainya Cessa hanya anak manja yang tak tau apa-apa, terlebih tentang pelajaran.

Petaka datang ketika Cessa dan Surya terpaksa satu kelompok pratikum biologi. Surya semakin membenci Cessa karena Cessa tak membantu apa pun dalam tugas ini. Lain dengan Surya, Cessa malah menikmati kebersamaannya dengan Surya. Hingga ia menyadari bahwa tidak semua orang miskin berperilaku jahat seperti Ibu kandungnya. Ya, sejak kecil Ibu kandung Cessa tega membuang Cessa karena tidak mampu menanggung beban hidup. 

Lambat laun Cessa menyukai Surya hingga berani menyatakan cintanya di perpustakaan sekolah. Siapa sangka cinta Cessa tak bertepuk sebelah tangan. Surya ternyata menyukainya. Mereka pun berpacaran. Di lain pihak, Benji mulai menyukai adik kelas yang ditemuinya di kantin. Siapa lagi kalo bukan Bulan, adik Surya. Apalagi ketika menonton Bulan yang sedang latihan memanah. Benji merasa hatinya lah yang terkena panah tersebut. 

Namun seiring berjalannya waktu, rasanya ada yang mengganjal. Surya baru menyadari bahwa Cessa dan Benji benar-benar tak bisa dipisahkan. Bahkan ketika suatu kali Surya melihat bandul kalung Cessa yang berisi identitas Benji dan nomer handphone Benji, emosi Surya benar-benar meledak. Kesabarannya telah habis. Ia benar-benar tak habis pikir, mengapa orang-orang kaya seperti Cessa dan Benji tega mempermainkan dirinya dan adiknya. 

Sementara itu Benji mulai menyadari sesuatu. Bahwa sejak awal keputusan Cessa yang ingin bersekolah formal, merupakan kesalahan yang fatal. Harusnya ia menyadari bahwa tak ada seorang pun yang boleh memasuki kehidupan Cessa. Tak terkecuali Surya...


"Jika hal yang paling sulit untuk kamu lakukan adalah mengucapkan 'selamat tinggal', saat itulah kamu tahu kamu sedang jatuh cinta." (halaman 239)
"Karena Cessa adalah satu dari sejuta. Dan karena Surya adalah pangeran untuknya." (halaman 379) 

***

Nah. Yang aku ceritain diatas belum ada apa-apanya. Masih banyak yang belum ku ceritain, salah satunya : apa alasan Benji dan Cessa tak bisa dipisahkan. Makanya buruan baca novel ini dan kalian juga harus bersabar setelah itu. Karena rahasia baru terungkap di beberapa bab terakhir. Untuk yang ini aku bener-bener salut sama penulisnya. Hebat bisa bikin pembaca penasaran tentang 'ikatan' yang terjadi antara Cessa dan Benji.

Tapi kenapa aku kasi rating 4 padahal dari segi cerita udah oke banget? Padahal penyakitnya nggak pasaran (Upss.. Spoiler!). Itu gara-gara aku nggak gregetan sama tokoh disini. Chemistry Surya-Cessa juga kurang ngena. Benji-Bulan apa lagi. Nggak sampe kebawa mimpi pokoknya. Kalah jauh sama chemistry Erika-si Ojek di novel OMEN. Jujur aku emang berharap lebih dari novel ini. Secara Orizuka gitu lho penulisnya. Tapi kenapa abis baca novel ini, ceritanya menguap gitu aja di kepalaku? Cuma penyakitnya aja yang aku inget. Kronologi mereka bertemu nggak keinget sama sekali. Lagi-lagi balik ke chemistry yang kurang. Perasaan suka mereka terlalu datar dan gamblang. Kesannya maksa banget. Sori... T_T

Tapi secara keseluruhan novel ini bagus kok. Apalagi ngelihat nama besar sang penulis dan penceritaan yang bener-bener apik (ini serius lho), nggak ada salahnya novel ini dibaca. Apalagi nilai moral dalam novel ini kerasa banget. So, selamat membaca kawan! (rai-ina)

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
Setelah membaca mohon tinggalkan pesan pada kolom komentar.
Salam. ^^

 
Copyright (c) 2010 My Dream is My Life. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.