Minggu, 26 Februari 2012

Penulis : Dina Agustin
Penerbit : Gramedia Putaka Utama
Tebal : 232 halaman
Terbit : Agustus 2010
Rating : 4/5


Gara-gara bermimpi jadi jutawan karena menang undian, gara-gara Si Kuning nggak diberi jatah bensin sama Papa, dan gara-gara Romeo naksir Brenda, akhirnya Dona menerima ide bodoh Romeo untuk menyelidiki siapa orang yang sering menjemput Brenda sepulang sekolah. Dibantu Nad dan Lori, Dona menguntit cowok keren bermobil mentereng yang diaku Brenda sebagai pacarnya.

Awalnya semua seperti yang mereka harapkan... semua terkendali... sampai akhirnya cowok bernama Julian itu mengenal Dona, kemudian menyatakan cinta.


Jelas, Dona shock ditembak cowok tajir. Ditambah lagi, Julian sukses membuat Mami dan Oma kepincut. Kejutan bertubi-tubi yang Julian berikan pada Dona sedikit demi sedikit membuat Dona luluh dan membalas cinta Julian.

Tapi tanpa disangka, Topan si cowok aneh yang satu SMA dengan Dona menawarkan perhatian.

Apakah mimpi Dona menjadi kaya akan jadi kenyataan? Tapi bagaimana jika ternyata Julian menyembunyikan sesuatu dari Dona? Juga bagaimana bisa si aneh Topan berhasil menguak sesuatu yang tidak pernah disangka Dona selama hidupnya?






Sinopsis :
Dona dan Mamanya yang sedang memasuki konter kacamata di salah satu Mall Singapore. Ceitanya Dona dan Mamanya memenangkan undian sabun colek. Hadiahnya berupa uang 1 Milyar dan gratis jalam-jalan ke Singapore selama seminggu. Sedang asyik-asyiknya Mama Dona mencoba kacamata, tiba-tiba tas Mama Dona dijambret. Dan sang mama dan anak itu akhirnya berteriak minta tolong. Tepat saat itu Dona bangun dan sadar bahwa ia hanya bermimpi. Dilihatnya jam yang sudah menunjukan 06.15, Dona panik memikirkan bahwa ia akan telat mengikuti upacara penerimaan siswa baru di SMA-nya (nggak tau deh apa nama sekolahnya). 


Saat ia hendak mengambil si Kuning --mobil kodok warisan Opanya-- ternyata si Kuning sudah dibawa pergi kakaknya, Ale (kakak Dona yang merupakan ketua osis di sekolah Dona). Terpaksa Dona memakai sepeda gayung untuk pergi ke sekolah. Karena buru-buru, Dona hampir menabrak Satpam yang hendak menutup gerbang sekolah. Namanya juga Dona pasti aja ketimpa masalah. Akhirnya Dona malah menabrak seorang cowok yang belakangan diketahui namanya Topan dan merupakan teman sekelas Dona.


Singkat cerita (capek ngetiknya :D), di sekolah barunya Dona punya temen yang aneh bin ajaib yaitu Lori si cewek tajir yang mirip Agnes Monica, Nad si cewek rocker yang Avril Lavigne wannabe, dan Romeo si cowok cakep tapi ngomongnya Betawi abis. Suatu hari Romeo ngasi job untuk Dona, Lori dan Nad buat mata-matain Brenda si cewek modis nan populer, pujaan hati Romeo. Karena dihadiahkan duit 3 juta, mereka bertiga dengan semangat menjalankan tugas Romoe.  


Berdasarkan pengamatan mereka, ternyata Brenda punya pacar ganteng yang selalu menjemput Brenda dengan BMW hitam. A.k.a cowok Brenda tajir euyy. Namanya Julian Anggara, usia 24 tahun (What??). Dan yang lebih mencengangkan, kenyataan bahwa Brenda dan Julian dijodohkan dan Julian yang sama sekali nggak cinta sama Brenda. Kasiaan amat...


Singkatnya lagi (hehe, ceritanya kepanjangan sih), Dona yang awalnya merupakan tim mata-mata malah kecantol sama Julian. Ceritanya sih berawal dari Dona yang nggak sengaja numpahin Milkshake ke Julian. Julian yang saat itu mau marah tiba-tiba malah jadi baik tanpa sebab begitu melihat wajah Dona. Mereka pun akhirnya sering ketemuan dan malah pernah jadian. Ayoo?? Kenapa aku tulis kata ''pernah jadian'' bukan "jadian" aja?  Karena ini belum ending. Mereka akhirnya putus karena kenyataan Julian hanya mengganggap Dona sebagai Nanda --pacar Julian yang meninggal akibat kecelakaan-- karena wajah Dona dan Nanda kayak pinang dibelah dua. Kembarkah mereka? Terus kalo Dona nggak sama Julian, sama siapa donk? Psttt.. Topan dan Julian ternyata kakak adik.


Hadeww. Udah kayak sinetron aja nih pakek kembar-kembar segala. Tapi tenang aja, ini novel kok bukan sinetron striping. Kak Dina Agustin pintar ngatur cerita sehingga ending-nya terlihat lebih manusiawi. Cara menceritakan juga oke kok. Lancar kayak jalan tol --maksudnya semua bagian penting buat dibaca--, banyak dialog yang bikin aku ngakak seperti cara ngomong Romeo yang nggak pernah sekalipun pakek bahasa indo, selalu betawi. Belum lagi nama lengkap tiap tokoh yang ajaib banget, kayak Dona yang bernama lengkap Madu Madona dan Nad yang nama lengkapnya Nadiah Jamainena. Haduuh, ketawa sampai perut sakit nih. Oh ya aku juga suka waktu diceritain Dona, Mama Dona, Oma Dona yang sama-sama matre semua. Apalagi waktu cewek matre versus nenek matre. Ketawa ngakak lagi.


Oke, lanjut lagi. Karena rahasia novel ini terlalu banyak dan berlika liku. Aku kasi bocoran. Nanda dan Dona emang kembar kok, tapi mungkin kita masih mikir kok kembar bisa kepisah gitu ya? Orang tua Nanda dan Dona kan beda? Tapi sekali lagi ini bukan sinetron yang kalau kembar kepisah, satu hidup kaya satu lagi hidup miskin. Yang ini adil kok. Satunya nggak miskin banget, yang satu nggak kaya banget. Hehe.


Kayaknya udah mulai secret nih kelanjutannya. Mending baca sendiri ya. Biar lebih gimana gitu bacanya. Soalnya novel ini banyak banget rahasia. Dan satu lagi, aku emang suka sama novel ini karena menghibur banget. Apalagi diawal cerita kayaknya konflik nggak terlalu berarti, di akhir cerita baru konfliknya banyak banget dan saling berpengaruh. Jadi makin semangat buat baca biar tau kebenarannya. Tapi sangaaaattt disayangkan. Tokoh Topan yang udah muncul di awal cerita kok hilang begitu aja dipertengahan cerita. Malah tiba-tiba nongol di akhir? Kesannya maksa banget. Padahal waktu insiden sepeda "Tabrak Diam", Dona dan Topan udah punya bekal buat membangun chemistry. Sayangnya hal itu sama sekali nggak dimaanfaatkan penulis. Jadi endingnya rada nggak punya chemistry, apakah Dona bener-bener sayang sama Topan atau nggak? Yah, bocor lagi nih endingnya.


Ya udah, dari pada ntar bocor semua mending aku sudahi. Intinya novel ini menghibur dan bisa ngasi pesan moral agar kita sayang sama keluarga kita nggak peduli itu orang tua kandung atau bukan. Yang terpenting siapan pun yang telah merawat kita sejak kecil, kita harus menghormati mereka. Jadi inget Ale sama Dona yang kompak banget nih. 


PS : Aku beli novel ini waktu pertama kali terbit yaitu tahun 2010. Terus iseng baca lagi karena aku lupa sama jalan ceritanya. Sempet sebel sama diri sendiri karena sadar bahwa aku baca novel ini baru sekali dan ini yang kedua kali. Jadi ini novel ini 2 tahun nangkring di rak buku gitu? Kalo novel sendiri pasti dibaca sekali, giliran novelnya minjem pasi berulang kali bacanya. Capek deh... (rai-ina)

4 komentar:

Anonim mengatakan...

dimana bisa download novel-novel teenlitnya?
tolong infonya

Rai Inamas Leoni mengatakan...

Untuk saat ini masih susah untuk mendownload novel teenlit. Jumlah ebook yang beredar masih sedikit. Tapi nggak ada salahnya berkunjung ke http://ac-zzz.blogspot.com/

Anonim mengatakan...

ada ngak download pdf nya novel gue ngak matre tapi ,kalau ada kasih link nya yah thanks

Rai Inamas Leoni mengatakan...

sejauh ini belum ada....

Poskan Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
Setelah membaca mohon tinggalkan pesan pada kolom komentar.
Salam. ^^

 
Copyright (c) 2010 My Dream is My Life. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.