Rabu, 08 Februari 2012


Hmm.. Ini pertama kalinya aku nulis curhat di blog


Awalnya aku buat blog ini karena emang ada tugas dari guru TI di sekolah. Tapi lama kelamaan aku bingung sendiri sama blog ku yang postingan-nya dikit banget. Itu pun tugas sekolah. Dari pada nganggur nggak jelas, aku putusin buat jadiin blog ku sebagai identitasku, bukan hanya formalitas sebagai seorang murid buat gurunya. Disana lah aku mulai. Pada awalnya aku posting semua hal yang (sedang) aku sukai. Seiring berjalannya waktu aku nyoba fokusin buat resensi novel aja. Kebetulan aku emang suka baca novel dari SMP. Untuk yang satu ini aku harus ngucapin sama kakakku tercinta. Kalo bukan karenannya mungkin sampai saat ini aku nggak bakal tau novel itu apa. Kakak ku lah yang ngajarin aku baca novel.


Aku sadar kalau setiap kali aku baca novel, mimpi ku untuk seperti penulis-penulis handal itu makin besar. Tapi aku coba ngalah sama mimpi ku itu. Siapa sih aku sampai memimpikan sebesar itu? Udah bisa beli novel di gramed sama minjem di taman bacaan aja udah syukur.





Aku bukan tipikal orang ambisius yang selalu berusaha mencapai keinginannya walau semustahil apapun itu. Aku lebih cenderung ke orang kebanyakan, yang hanya mengikuti angin dan sadar akan dunia. Jadi impian ku menjadi penulis hanyalah sebuah kata. Istilahnya, ketika mimpi hanyalah sebuah kata. Yah kalimat itu cocok untuk diriku. Tapi walau pun begitu, aku nggak mau nyerah. Aku nggak mau mimpi aneh-aneh atau yang muluk-muluk. Aku hanya berusaha semampuku dan menjalankannya sesuai mood ku. Dan untuk menjaga kestabilan mimpiku yang ku anggap angin lalu, aku berusaha dari hal-hal kecil. Seperti membuat resensi novel. Dengan begitu aku bisa meningkatkan kreativitas menulisku yang dibawah standar. Aku berharap dengan menulis resensi taraf tulisanku akan makin berkembang. Walau aku sadar ada penghalang dari semua ini yaitu rasa malasku. Aku malas menulis apalagi kalau mood lagi hancur. Kalau membaca sih aku nggak pernah malas. :D


Banyak novel yang pernah aku baca sampai-sampai lupa judul bahkan lupa cerita. Melalui blog ini aku pengen setiap novel yang kubaca aku resensiin. Jadi kalau lupa tinggal buka blog aja. Tapi kembali lagi sama rasa malasku. Bener-bener deh aku pengen nonjok rasa malas itu. Sampai saat ini aku masih berusaha buat menghilangkannya dengan cara : tiap aku baca novel aku buru-buru HARUS buka blog buat bikin resensinya. Namun sayangnya aku sering kalah dengan rasa bosan atau malasku. Kadang-kadang sekarang aku selesai baca novel, dua minggu lagi baru aku posting. KESEL banget kalo udah kayak gitu. Karena novel yang di resensiin makin menumpuk aja seiring dengan bertambahnya novel yang aku baca.


Well, setidaknya aku sudah berusaha semampuku. Aku berusa meresensikan novel yang aku baca saat ini. Tapi jangan suruh aku meresensikan novel yang aku baca dulu-dulu sekitar dua, tiga bahkan empat tahun yang lalu. Dijamin aku hanya ingat judul dan endingnya saja. Kalau sudah begini aku hanya bisa bilang maaf.








Next, disamping aku fokus nulis di blog tentang novel (itu pun kadang-kadang), aku juga lagi fokus nulis cerpen. Tapi cerpennya aku nggak posting di blog. Aku kirim cerpen itu ke suatu blog yang emang khusus nampung cerpen-cerpen dari penulis pemula seperti aku. Empat cerpenku sudah di posting disana, dan di blog ini aku ngasi link cerpenku aja yang udah aku kumpulin dalam satu gadget blog. Masih ada beberapa cerpen (cerpen yang aku buat duluuuu banget) yang kesimpen di laptop dan nggak pernah aku publikasikan karena menurutku cerpennya terlalu childish, gampang ketebak, chemistry nggak ada, dll.


Aku ingat bagaimana cerpen pertamaku diposting. Di kamar aku jingkrak-jingkrak nggak jelas sambil liatin laptopku berkali-kali, kalo-kalo mataku salah liat. Tapi syukurnya cerpen yang dipost itu beneran punyaku. Tiap hari aku selalu pantau jumlah yang nge-like mau pun yang comment. Jujur aku nggak peduli sedikit atau banyaknya yang nge-like cerpenku. Aku hanya peduli sama comment orang-orang. Karena dengan membaca comment-comment tersebut, aku seperti mendapatkan motivasi untuk buat cerpen yang lebih bagus. Dan sayangnya, cerpen yang pertama kali dipost merupakan cerpen yang paling banyak ada like dan comment nya. Ya tuhan... Masa aku cuma becus bikin satu cerpen aja sih?


Namun dari sana aku mulai belajar buat nyemangatin diriku sendiri. Aku bilang sama diriku kalo cerpen pertamaku yang di post itu banyak yang seneng karena ceritanya yang sad ending dan juga nggak terlalu panjang. Sampai saat ini aku masih berpikir bahwa cerita yang sad ending lebih lama diinget dibandingkan yang happy ending. Dan setengah dari para pembaca lebih suka baca cerpen yang nggak terlalu panjang sehingga nggak ngambil waktu mereka. Berbekal dari pemikiran itu, aku coba nulis cerpen lagi. Namun sayangnya aku gagal. Pertama, tiap aku nulis cerpen pasti jadinya panjang-panjang seperti curhatan ku kali ini. Mungkin faktor diriku yang suka banyak ngomong atau cerewet sedikit tidaknya mempengaruhi cara penulisanku. Kedua, aku mulai meninggalkan cerita yang sad ending karena teman-temanku protes. Okay alasan yang sebenernya memang karena aku kapok buat ngetik laptop sambil nangis bombay karena terbawa imajinasi cerita. Orang yang liat jadi mikir aku kurang waras. Just kidding.. Alasan yang paling (sangat-bahkan ) benar kenapa aku belum bisa nulis cerpen yang sad ending, karena aku belum nemuin satu ide cerita yang bener-bener bikin orang sedih bacanya dan nggak terlalu dibuat-buat ceritanya.


Oke, cukup sekian curhatan perdanaku. Mungkin lain kali aku bisa nulis curhatanku lagi. Tapi nggak sering-sering. Oh ya, hampir aja aku lupa. Tentang cerpen pertamaku yang diposting, terakhir aku liat kalau jumlah orang yang nge-like hilang. Aku coba cek cerpenku yang lain, mereka masih ada jumlah orang yang ngelike. Walau rada sakit hati juga liat yang nge-like hanya seperempat dari likers cerpen pertamaku. Hiks..hikss.. Tapi ya sudahlah, toh aku masih punya waktu buat ngasah ide. Belakang aku baru ngeh, cerpen pertamaku yang diposting emang pemberitahuan yang nge-like menghilang. Tapi diganti dengan rating 9 menuju 10.. Yippieee.. Ralat, karang jumlah likenya udah nongol kok.



Ketika mimpi hanyalah sebuah kata...
Biarkan kata itu menjadi sebuah motivasi, tak peduli apapun yang terjadi, lanjutkan mimpi indah itu.
Selama waktu masih berputar, detik masih terjaga, berusaha lah semampu mu, percaya bahwa malaikat siap membantu...
Sadar atau tidak, yang di-Atas telah mengatur semua ini...

Denpasar, 08 Februari 2012 (14:35 WITA)

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
Setelah membaca mohon tinggalkan pesan pada kolom komentar.
Salam. ^^

 
Copyright (c) 2010 My Dream is My Life. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.