Minggu, 04 Maret 2012

Penulis : Raditya Dika
Penerbit : Gagasmedia
Tebal : 264 halaman
Terbit : Desember 2011
Rating : 3/5 


Nyokap memandangi penjuru kamar gue. Dia diam sebentar, tersenyum, lalu bertanya, 'Kamu takut ya? Makanya belom tidur?'

'Enggak, kenapa harus takut?'

'Ya, siapa tahu rumah baru ini ada hantunya, hiiiiii...,' kata Nyokap, mencoba menakut-nakuti.

'Enggak takut, Ma,' jawab gue.

'Kikkikikiki.' Nyokap mencoba menirukan suara kuntilanak, yang malah terdengar seperti ABG kebanyakan ngisep lem sewaktu hendak photobox. 'Kikikikikiki.'

'Aku enggak ta—'

'KIKIKIKIKIKIKIKI!' Nyokap makin menjadi.

'Ma,' kata gue, 'kata orang, kalo kita malem-malem niruin ketawa kuntilanak, dia bisa dateng lho.'

'JANGAN NGOMONG GITU, DIKA!' Nyokap sewot. 'Kamu durhaka ya nakut-nakutin orang tua kayak gitu! Awas, ya, kamu, Dika!'

'Lah, tadi yang nakut-nakutin siapa, yang ketakutan siapa.'



Sinopsis :
Raditya Dika kembali menghadirkan hari-hari serunya dalam buku Manusia Setengah Salmon. Buku ini merupakan buku keenam Raditya Dika. Masih dengan ciri khasnya yaitu komedi, buku ini sukses menceritakan hal-hal yang biasa saja menjadi sesuatu yang lucu. Buku ini terdiri dari sembilan belas bab yang di dalamnya bercerita tentang pindah rumah, pindah hubungan keluarga, sampai pindah hati. Selain itu, dalam buku ini juga disisipkan bab yang berisi tulisan galau, observasi ngawur dan lelucon singkat khas Raditya Dika. Bisa dibilang pada bukunya kali ini, Raditya Dika lebih mefokuskan pada urusan 'pindah'.


Nah dari sini kita mulai berbikir, apa hubungan pindah sama Manusia Setengah Salmon? Pada bab terakhir yaitu manusia setengah salmon, diceritakan bahwa setiap tahunnya ikan salmon akan berimigrasi, melawan arus sungai, berkilo meter jauhnya hanya untuk bertelur. Beberapa spesies, seperti Snake River Salmon bahkan berenang sepanjang 1448 kilometer lebih. Perjalan para salmon tidaklah gampang. Ada saja halangan di tengah jalan seperti saat berenang ikan salmon mati karena kelelahan, menjadi santapan beruang yang nunggu di daerah dangkal, dan lain-lain. Namun si ikan salmon tetap pergi dan tetap pindah. 


Sama seperti manusia yang hidupnya pasti akan selalu berpindah. Dari perpindahan usia, perpindahan hubungan keluarga, pindah rumah bahkan pindah hati. Melakuan hal ''berpindah'' memang wajar dilakukan oleh manusia. Karena dari ''berpindah'' kita jadi tau hal-hal lain yang mungkin aja lebih indah dari hal sebelumnya. Toh kita nggak bakal maju kalau tetap ada dalam zona yang sama dalam kurun waktu yang lama. Jadi kalo mau jadi orang yang berhasil a.k.a sukses, kita harus berani pindah kayak ikan salmon.


Gubraaak... Ini buku bener-bener keren. Sebagai penggagum Raditya Dika, aku bukan hanya suka sama gaya ngelucunya. Tapi aku juga larut kalau dia lagi cerita tentang kisah cintanya, yang menurutku cenderung patah hati dan juga cerita tentang kehidupan. Dari sana aku bisa dapat kata-kata bijak dalam menjalani hidup. Rupanya penulis yang satu ini nggak jago nulis lelucon aja, tapi juga jago buat cerita tentang kehidupan.


Banyak quote yang aku dapatkan dari buku ini. Diantaranya :
"... Tidak takut pindah dan berani berjuang untuk mewujudkan harapannya. Bahkan rela mati di tengah jalan demi mendapatkan apa yang diinginkannya." (hal 256)


"Kita nggak mungkin selamanya bisa ketemu dengan orangtua. Kemungkinan yang paling besar adalah orangtua kita bakalan lebih dulu ninggalin kita, sendirian..." (hal 133)


Bukan cuma quote, tapi hal-hal aneh juga aku dapatkan. Kayak berpikir ulang tentang Kak Dika yang cerita tentang bagaiman ramahnya pelayan restoran pizza cepat saji yang terkenal di Indonesia (sensor), yang cenderung terlalu ramah dan kadang bikin kita ngeri. Belum lagi cerita supir pribadinya yang rada bau ketek. Wkwkwk. Bener-bener kayak orang gila pas baca buku ini. Ketawa-ketawa nggak jelas. Baca prakata aja uda bikin peruku mules. Salut deh.. (rai-ina)

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Menarik sinopsis nya, saya belum pernah baca cerita karangan RD, tapi dari apa yang saya tangkap, manusia setengah salmon memang layak dibuatkan versi filmnya.
p

Rai Inamas Leoni mengatakan...

Emang menarik kok ceritanya, jd gak rugi kalau dibaca...

Poskan Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
Setelah membaca mohon tinggalkan pesan pada kolom komentar.
Salam. ^^

 
Copyright (c) 2010 My Dream is My Life. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.