Minggu, 11 Maret 2012

Penulis : Gisantia Bestari
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 288 halaman
Terbit : November 2004
Rating : 2/5


Adisty bete banget, soalnya Ryan, yang selama ini jadi sahabatnya, berubah seratus delapan puluh derajat sejak kedatangan Ary. Ternyata diam-diam Ryan naksir Adisty, tapi rasa cemburu membuatnya gelap mata. Ary yang kalem juga nggak curiga bahwa Ryan berusaha menjegalnya mendapatkan Adisty.

Adisty dan Ary yang duduk di kelas 3 SMP ini sebetulnya sama-sama naksir, tapi mereka malu mengakuinya. "Masa cewek nembak duluan?" begitu pikir Adisty.

Duh... zaman udah emansipasi begini, nggak usah jaim, lagi! Betul nggak?



Sinopsis :

Bip bip bip. Tik tok tik tok.Tralalalala.
Maaf aku nggak kasi sinopsisnya. Cukup baca yang yang diatas --review dari belakang sampul maksud ku-- kayaknya udah cukup deh. Yah untuk memperjelas endingnya, Adisty sama Ary. Kurang jelas? ADISTY JADIAN SAMA ARY! 


Jujur aku baca novel ini udah dulu. Tapi lupa kapan. Mungkin menjelang lulus SMP atau pas masuk SMA. Entahlah. Yang jelas novel ini dibeli kakakku waktu gramedia lagi obral beberapa novel seharga 10 ribu. Siapa yang nggak mau beli kalo harganya miring banget? Jadilah kakakku beli tiga novel. Cinta Adisty dan dua novel teenlit terjemahan. 
Langsung ke komentarku aja ya? Doakan saya..


Ewwww. Ceritanya ringan, ringan, ringan. Alurnya datar, datar, datar. Endingnya segitu, gitu, gitu aja. Dan aku pengen nangis baca novel ini. Nangis karena untuk pertama kalinya aku baca novel langsung ke ending, tanpa menyentuh isi sedikit pun. Oke aku bohong kalo baca endingnya aja. Sebenernya aku baca di halaman-halaman awal. Cuma beberapa lembar pertama aku ngerasa kayak baca buku dongeng. Adisty diceritain sempurna banget tanpa cacat. See? Aku mau pingsan aja baca novel yang kayak gini. 


Mungkin ini menurut pendapatku aja, tapi kalo boleh jujur aku enggak suka sama novel ini. Sama sekali. Maaf. Tapi mungkin ada yang patut dibanggakan dari novel ini (ya iyalah, udah bisa nerbitin novel tuh udah keren namanya). Pertama, desain sampul yang desain sang penulis sendiri. Kedua, waktu novel ini dibuat penulis masih berusia 13 tahun dan novel ini dibuat selama liburan semester. Pantesan.... 


Yah biarpun demikian, tetep aja aku trauma kalo mau baca apalagi beli novel yang tertera nama penulis ini. Takut pengen nangis lagi. Hehe. Tapi sayangnya begitu aku sadar, jauh sebelum aku baca novel ini, jauh sebelum aku berevolusi menjadi maniak novel, ternyata aku udah baca novel kedua Gisantia Bestari yang judulnya "Backstreet Aja". Aku baca novel itu waktu baru-baru belajar membaca novel dan aku lumayan suka sama novel Backstreet Aja. Sempet aku merutuki diri karena kemakan omongan sendiri. 


Tapi suatu hari aku dapet kesempatan minjem novel Bacstreet Aja (lagi), buru-buru aku baca buat ngecek apakah aku beneran kualat apa gimana. Ternyata eh ternyata... Aku berubah pikirin --mungkin karena aku udah banyak baca novel, jadi udah tau mana novel yang bagus dan mana novel yang kurang bagus--, novel Backstreet Aja sukses bikin aku tercengang. Oke cerita novel ini udah nggak bertema anak SMP lagi, tapi alurnya itu lho bikin aku frustasi. Eh nggak jadi nding, novel Backstreet aja lumayan kok walau nggak begitu membekas ceritanya.


Stop it! Aku udah komentar kelewatan jauh. Balik lagi ke novel Cinta Adisty. Mungkin karena novel ini yang pertama atau mungkin novelnya nggak cocok buat aku yang nggak sreg sama cerita cinta monyet, makanya aku nggak suka sama novel ini. Tapi balik lagi ke pendapat setiap orang yang berbeda-beda. Maybe,,,,, orang di luar sana khususnya anak SMP menyukai novel ini. Yang jelas aku mendoakan agar penulis ini bisa berkembang menjadi penulis yang handal seperti Agnes Jesica, Esti Kinasih, Ilana Tan, dll. Secara novel ini terbit 8 tahun yang lalu. Jadi penulisnya sekarang udah berumur 21tahun. Sama donk kayak kakakku?


PS : setelah novel Bacstreet Aja, Kak Gisantia udah ngeluarin novel lagi. Aku lupa judulnya apa, yang jelas ceritanya tentang kembar tiga (kayaknya). Semoga novelnya nggak mengecewakan. (rai-ina) 

2 komentar:

Ihda Rasyada mengatakan...

Hmmm, wah jadi nggak pengen baca novelnya hehehe :). soalnya percaya banget nih sama reviewnya blog, kebanyakan sama kayak pikiranku. tapi novel kak gisanti yang kembar tiga itu bagus lho :), setiap penulis kan pasti berkembang :)

Rai Inamas Leoni mengatakan...

Serius novel yang kembar tiga bagus?
Setuju deh kalau setiap orang pasti berkembang..

Poskan Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
Setelah membaca mohon tinggalkan pesan pada kolom komentar.
Salam. ^^

 
Copyright (c) 2010 My Dream is My Life. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.