Kamis, 26 Januari 2012

Penulis : Alberthiene Endah
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 344 halaman
Terbit : Januari 2006
Rating : 3/5


Salahkah bila sekretaris naksir bosnya sendiri? Semua orang menyikapi itu dengan pandangan menghina. Tapi apa salahnya jika keadaan itu ditinjau dari cinta sepasang manusia (tanpa embel-embel bos dan sekretaris)?

Setahun bekerja di perusahaan event organizier, Karina Dewi tak bisa mengelak dari pesona bosnya, Rene Natalegawa. Pria muda yang sukses, cerdas, tampan, karismatik...dan sedang dalam proses perceraian dengan istri yang selama ini menjadi "hantu" baginya.

Celakanya, sang istri, Mariska, mendadak menelepon Karina dan memintanya jadi "mata-mata" untuk meneropong tingkah polah Rene, dan membantu Mariska merekatkan lagi kedekatannya dengan Rene. Mana cinta yang akan keluar jadi pemenang? Cinta tulus sekretaris atau cinta posesif istri?







Sinopsis :
Karin adalah sekretaris baru di perusahaan event organizer. Bosnya bernama Rene. Rene sudah berapa kali --malah sering kali-- gonta ganti sekretaris. Awalnya Karin tidak mengerti mengapa banyak sekretaris yang tidak betah mengurusi Rene, belakangan baru Karin tau alasannya. Ternyata dibalik sikap tegasnya Rene adalah manusia rapuh sehingga tiap sekretarisnya diwajibkan untuk tiap sore mendengar keluh kesah sang bos. Belum lagi harus menyiapkan kopi dengan takaran yang benar dan mug yang tepat. Dan satu lagi. Roti kesukaan sang bos harus tersedia tanpa lecet dalam arti kemasan tidak kempes.


Setahun bekerja dengan Rene, Karin tidak mampu memungkiri hatinya. Ia sendiri bingung mengapa ia bisa terpesona denga bos yang sebenarnya memiliki sikap manja seperti anak kecil dan hanya berlindung dibalik jasnya. Terlebih lagi sang bos sudah mempunyai istri yang cantik dan modis. Namun akhir-akhir ini rumah tangga Rene terancam hancur karena Mariska --istri Rene-- terlalu mengatur segala kehidupannya. Akhirnya Mariska meminta bantuan Karin untuk menyelidiki apakah Rene memiliki perempuan lain. Karin menyetujuinya walau dalam hati bimbang karena sang bos ternyata memiliki rasa terhadapnya.


Diakhir cerita diceritakan bahwa Karin memutuskan untuk keluar dari perusahaan dan pindah ke perusahaan yang lain. Ia meninggalkan semua masalah antara Rene dan Mariska serta mulai menata hatinya kembali.  Dan kini ia menjadi sekretaris seorang wanita yang berusia 55 tahun dan memiliki delapan cucu. Istilahnya, Karin sekarang menjadi sekretaris nenek-nenek. Hehe. Tapi Karin lebih menyukai pekerjaannnya yang sekarang. Dengan begitu ia bisa terlepas dari pesona mantan bosnya dan bisa nyaman menyandang profesinya sebagai sekretaris yang biasanya dianggap negatif oleh istri-istri bos.


Taraaaa.... Aku baca ulang resensiku kok kayaknya seru ya novelnya. Tapi giliran aku baca novelnya, aku malah pengen tidur. Menurutku, novel ini biasa saja. Banyak halaman yang aku skip karena menurutku nggak penting. Dan saat baca ending, alisku dibuat mengernyit. Yakin nih endingnya kayak gini? Aneh banget sih menurut ku. Tumben aku baca novel yang tokoh utamanya tanpa ending yang jelas malah menurutku garing. So, what wrong with me? Yang nulis novel ini kan penulis biografi Krisdayanti dan merupakan penulis skenario? Kok aku bisa aneh gini baca novelnya. Mungkin karena novel ini nggak cocok sama aku yang masih SMA kali ya. Arg.. No comment deh. Sori. (rai-ina)

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Konsepnya bagus, tapi dari sinopsis yang saya baca tidak kelihatan begitu menarik untuk dibaca, seperti yang Rai utarakan di akhir.
p

Rai Inamas Leoni mengatakan...

Iya emang konsepnya bagus. Cuma cara penulisannya yang rada kurang...

Poskan Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
Setelah membaca mohon tinggalkan pesan pada kolom komentar.
Salam. ^^

 
Copyright (c) 2010 My Dream is My Life. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.