Senin, 02 Januari 2012

Penulis : Sari Safitri Mohan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 232 halaman
Terbit : November 2010
Rating : 4/5

Denis adalah editor dan penulis kolom majalah Perempuan yang sedang menikmati kariernya yang cemerlang. Hidup yang hampir sempurna itu berubah 180 derajat saat Ivan, sang kekasih, memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Belanda. Belum bisa berdamai dengan trauma masa lalu, alih-alih mendukung keputusan Ivan, Denis malah memilih untuk melepas Ivan pergi dari Indonesia... sekaligus dari hatinya.

Sementara itu, Wina sahabat karib Denis sejak SMA, juga tengah mengalami cobaan berat. Laki-laki yang selama ini dicintainya ternyata ringan tangan dan senang menyiksa. Deraan masalah yang beruntun membuat kedua sobat ini bertekad meninggalkan masa lalu dan membuka lembaran hidup baru.

Sayang, usaha mereka melupakan masa lalu ternyata tidak semudah membalik telapak tangan. Wina terus diteror sang pacar, sementara Denis merasa terganggu sekaligus penasaran setiap mendapat kiriman e-mail dari seorang pembaca kolomnya yang sepertinya tahu trauma masa lalunya, termasuk alasan ia dulu melepaskan Ivan.


Lantas, apa yang Denis perbuat kala Ivan tiba-tiba muncul kembali dalam kehidupannya, membuat jantungnya kembali berhenti berdebar? Apa hubungannya dengan sosok misterius pengirim e-mail? Bagaimana pula nasib Wina, mampukah ia melepaskan diri dari laki-laki yang tak juga berhenti menyiksa batin dan raganya? 

Sinopsis :
Nggak sanggup buat bayangin.
Nggak sanggup buat baca ulang.
Kalau bagian Krisna-Wina aku mau baca ulang. Tapi kalo untuk bagian Ivan-Denis-Danang aku nggak sanggup buat baca. Oh shiiit, poor you Ivan. T_T

Denis atau Denisa merupakan tipikal cewek mapan. Punya karier yang cermelang sebagai editor dan penulis kolom di majalah Perempuan. Tapi untuk urusan cinta, Denis sangatlah rapuh. Ia putus dengan Ivan --yang bekerja di Belanda-- karena merasa tak mampu mempunyai hubungan long distance. Padahal mereka sudah bertunangan. 

Lain Denis lain pula Wina --sahabat Denis sejak SMA-- yang mempunyai cowok berperilaku mengerikan. Bilang cinta tapi main fisik. Wina sudah berulang kali memutuskan hubungannya dengan Donny. Tapi Donny tetap ngotot bahwa hanya dia yang terbaik untuk Wina. Kejadian-kejadian mengerikan pun terjadi. Dimana pun Wina berada, ia selalu merasa Donny memata-matai dirinya, menguntit bahkan mulai meneror. 

Karena sama-sama terpuruk, Denis dan Wina sepakat masing-masing dari mereka harus mencarikan gebetan untuk yang lainnya. Tujuannya agar mereka dapat melupakan masa lalunya. Wina memilih sosok Danang --waktu SMA Denis pernah naksir Danang-- untuk menjadi pendamping Denis. Sedangkan Denis memilih Krisna --teman baik Denis dan Wina-- untuk mendampingi Wina. 

Apakah Denis berhasil melupakan masa lalunya? Walau saat itu ia bertemu kembali dengan Ivan si penghuni masa lalu. Bagaimana dengan Wina? Bisakah ia terlepas dari teror Donny? Well, baca sendiri kalo mau tau cerita selengkapnya.

Warning buat yang belum baca!!!

Hmm.. Kapan terakhir kali aku nangisin tokoh yang ada di novel? Mungkin waktu aku baca novel Kak Orizuka yang tokoh cowoknya kena AIDS (aku lupa judulnya). Waktu itu aku nangisin tokoh ceweknya yang ditinggal pergi sama cowok yang kena AIDS itu. Tapi novel Rembulan Gading kan happy ending. Trus kenapa aku nangis? Ya karena aku kasian sama tokoh Ivan. Aku nangis karena ketabahan hati Ivan yang rela ngelepas cewek yang ia sayangi. Selama cewek itu bahagia, Ivan juga akan bahagia. Padahal aku ngarep Ivan sama Denis bersatu. Abis dari awal cerita diceritain kalo Ivan sama Denis masih saling suka. Tapi ditengah-tengah cerita dateng tokoh Danang. Hadirnya tokoh Danang terasa sedikit aneh karena ya itu tadi, Danang diceritain saat cerita udah jalan setengah. Dan akhirnya berimbas pada ending yang maksa banget. 

Kalo menurut aku pribadi, karakter Ivan lebih kuat dibandingin sama karakter Danang. Jadi seharusnya Denis sama Ivan aja. Hiks hiks hiks. Aku bener-bener nggak tega liat seberapa besar rasa sayang Ivan kepada Denis. Jarang-jarang ada cowok kayak gini.

Oh ya, walau pun aku kecewa sama couple Denis-Danang. Tapi aku sangat terpikat sama karakter Krisna yang baik dan penuh pengertian. Pokoknya two tumbs buat Krisna-Wina. Benar-benar chemistry yang kuat. Dan Ivan.... Satu-satunya tokoh yang terluka dalam novel ini. Tokoh yang merelakan orang yang disayanginya pergi mencari kebahagiannya sendiri. Sementara ia menerima dengan lapang dada bahwa hubungannya dengan Denis hanya sebatas sahabat. Andai ending bisa berubah... (rai-ina)

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
Setelah membaca mohon tinggalkan pesan pada kolom komentar.
Salam. ^^

 
Copyright (c) 2010 My Dream is My Life. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.