Minggu, 22 Januari 2012

Penulis : Agnes Jessica
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 224 halaman
Terbit : November 2007
Rating : 5/5


Sasha, anak pengusaha kaya di Metro Lampung, lari dari rumah karena dipaksa menikah. Sultan, anak pegawai ayah Sasha yang berniat membunuh ayah gadis itu, terpaksa kabur karena akan dibunuh. Karena suatu hal, mereka kabur bersama ke Jakarta.

Tanpa terduga mereka terdampar di sisi gelap kehidupan metropolitan. Mereka berdua terjebak dan saling tergantung untuk bertahan hidup. Karena tiadanya uang, mereka terpaksa tinggal bersama dan mengaku sebagai kakak-adik, walau sebenarnya saling membenci.

Jakarta yang keras menekan mereka sampai batas kekuatan terakhir. Mampukah mereka bertahan di tengah godaan untuk dorongan mencari uang secara ilegal? Apakah Sasha dapat bertahan, ataukah pulang dan menyerah untuk kembali ke sarang nyaman yang dihuninya selama ini?






Sinopsis :
Bercerita tentang Sasha, putri pengusaha sukses di Metro Lampung. Sasha merupakan anak perempuan satu-satunya --kakaknya semua lelaki dan sudah menikah-- yang membuat Ayahnya sangat menyayanginya sehingga berniat menjodohkan Sasha dengan salah satu pengusaha muda di Metro Lampung. Jelas Sasha menolak dan memutuskan kabur ke Jakarta dengan modal uang tabungan dan perhiasannya. Sehari sebelum ia kabur, ia dikejutkan oleh penyusup yang masuk ke rumahnya. 


Penyusup --namanya Sultan-- itu berniat balas dendam kepada Ayah Sasha. Ayah Sultan yang merupakan pegawai Ayah Sasha dituduh menyembunyikan heroin dalam gudang tempat menyimpan padi yang berakhir dengan kematian Ayah Sultan. Sultan yang percaya Ayahnya tidak bersalah --terbukti dengan kehidupan Sultan dan Ayahnya yang miskin sehingga mana mungkin orang yang menyelundupkan heroin masih bersusah payah mencari makan-- berniat untuk membunuh Ayah Sasha. Dan sialnya bukan bertemu dengan Ayah Sasha, Sultan malah bertemu dengan Sasha si anak manja.


Singkat cerita karena mengetahui keberadaan Sultan, Ayah Sasha berniat membunuh Sultan agar rahasia tentang heroin itu tidak menyebar. Sasha yang merasa kasihan akhirnya menolong Sultan agar keluar dari rumahnya. Bersama-sama mereka kabur ke Jakarta walau sebenarnya satu sama lain saling membenci. Namun sial untuk Sasha, uang yang ia bawa dicuri saat ia berada dalam kapal feri. Setibanya di Jakarta --karena uang yang mereka bawa terbatas-- mereka memutuskan menyewa satu kamar kost dan mengaku sebagai kakak adik. Dalam sandiwara itu --walau sering debat dan bertengkar-- perlahan sebuah rasa terbentuk diantara mereka. Rasa saling ketergantungan satu sama lain. Namun mereka terlalu naaif untuk mengakui.


Ibu kota memang lebih kejam dari pada ibu tiri. Setidaknya itu yang dirasakan Sultan terlebih Sasha. Mereka bersusah payah mencari pekerjaan dan mencoba bertahan hidup dengan uang yang sedikit. Apalagi tempat kost yang mereka tempati ternyata sebagian penghuninya berprofesi sebagai pelacur. Mampukah Sasha dan Sultan bertahan dalam kerasnya kehidupan di Jakarta? Atau mereka memilih jalan pintas agar dapat bertahan? Lalu bagaimana akhir kisah mereka? Masikah rasa itu ada sementara Sultan mulai dekat dengan Katrina si pelacur kelas atas dan Sasha yang dekat dengan anak pemilik restoran tempat Sultan dan Sasha bekerja? 


SPOILER buat yang belum baca!!


Endingnya sesuai harapan dan rada ketebak juga. Walau sempet dikelabui di pertengahan cerita, yah penulis sukses membuat aku bingung mau dibawa kemana hubungan Sasha sama Sultan. Waktu itu Ayah Sasha meninggal setelah kejahatannya diketahui oleh kepolisian. Berkat Sultan, Ibu Sasha bisa mengetahui keberadaan putrinya dan membawa Sasha kembali ke Metro Lampung. Saat itulah pembaca diajak bergalau-ria karena dua tokoh utama berpisah. Sasha di Lampung, Sultan di Jakarta.


Namanya juga novel. Kalo nggak ada kebetulan yang terlalu kebetulan bukan novel namanya. Beberapa bulan telah berlalu sejak kembalinya Sasha ke Metro Lampung. Sasha kini telah berubah menjadi pribadi yang mandiri bukan gadis manja seperti dulu. Ibunya memutuskan untuk menjodohkan Sasha dengan anak Saraswati --perancang busana terkenal di Metro Lampung-- yang ternyata adalah Sultan.


Happy ending bukan? Buruan deh baca novelnya. Emang Agnes Jessica t.o.p banget! Tiap novelnya oke. Cara penyampaiannya yang nggak berat, alur yang nggak bertele-tele, dan masih banyak lagi keunggulan dari karya-karya Agnes Jessica. Dan terakhir, semua novel Agnes Jessica yang pernah aku baca, semuanya endingnya bahagia. Kebetulankah?


PS : aku suka novel Agnes Jessica, tapi selalu saja lupa jalan ceritanya kalo dikasi baca novel lain. Mungkinkah novelnya kurang greget? Entahlah.. (rai-ina)

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
Setelah membaca mohon tinggalkan pesan pada kolom komentar.
Salam. ^^

 
Copyright (c) 2010 My Dream is My Life. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.