Kamis, 27 Juni 2013


Cindy and The Playboy Prince
Penulis : Astrid Zeng
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 256 halaman
Terbit : Januari 2013
Rating : 5/5

Cindy tak pernah bahagia dalam hidupnya. Ia selalu merasa kesialan yang menimpa keluarganya disebabkan oleh keluarga sepupunya, Tatiana dan Tecla. Ia bahkan harus bekerja jadi bawahan ayah Tatiana. Ketika harus membuat sepatu untuk pernikahan Tatiana, Cindy bertemu dengan Patrick, si playboy yang suka mempermainkan wanita. Awalnya Cindy tak mau meladeni playboy tampan itu, hingga akhinya dia luluh pada rayuan Patrick.

Patrick memutuskan untuk tidak menganggap serius cinta sejak dikhianati oleh perempuan yang dicintainya. Lalu ia bertemu Ella, wanita misterius yang membuatnya penasaran karena sepertinya gadis itu tak jatuh dalam pesona rayuannya. Namun Ella ternyata menyimpan rahasia besar tentang hidupnya. Rahasia yang membuat Patrick harus mempertanyakan kejujuran wanita itu.

Setelah kebenaran terungkap, Cindy—yang semula mengaku bernama Ella—dan Patrick harus mempertanyakan apakah cinta sanggup menjadikan mereka orang yang lebih baik untuk satu sama lain.




Sinopsis :
Sejak kecil Cindy harus berjuang keras untuk membiayai hidupnya beserta Mama Lisa, mama tirinya yang berprofesi sebagai penjahit. Pekerjaannya sebagai pegawai administrasi sangatlah bertolak belakang dengan keluarga sepupunya yang memiliki sebuah hotel. Tanpa sadar rasa iri tumbuh di hati Cindy ketika melihat kehidupan sepupunya, Tatiana dan Tecla yang hidup dengan mewah. Terlebih tingkah mereka yang manja dan selalu memamerkan perhiasaan membuat Cindy semakin muak kepada kakak beradik tersebut. 

Seolah rasa muaknya belum cukup, Cindy harus menahan harga dirinya ketika diminta untuk membuatkan sepatu yang digunakan Tatiana saat menikah. Ya, Cindy memang berbakat dalam mendasain sepatu. Tapi kali ini ia menyesali mengapa ia membuat sepatu yang begitu cantik untuk sepupunya yang manja. Hingga di suatu malam Cindy memutuskan untuk melempar sepatu itu ke sebuah taman labirin di kawasan hotel milik keluarga Tatiana. Namun sayang sepatu itu malah mengenai lengan Patrick yang sedang melintasi taman.

Cindy tau bahwa Patrick merupakan adik dari Philip, pacar Tecla. Dan hubungan keluarga Patrick dengan Michael sangatlah dekat, bahkan Michael sudah dianggap seperti anak sendiri di keluarga tersebut. Maka ketika Patrick ngotot berkenalan dengan Cindy, Cindy mengaku bernama Ella. Cindy tak ingin Patrick tau bahwa ia merupakan sepupu Tatiana. Terlebih ia juga tak ingin mengenal Patrick lebih jauh, mengingat reputasi Patrick yang terkenal playboy. Namun karena kekesalannya yang memuncak, tanpa sadar Cindy yang saat itu tengah mabuk menceritakan kebenciannya terhadap sepupunya itu kepada Patrick. 

Setelah kejadian di taman labirin, Patrick melakukan segala cara untuk mendekati Cindy. Dimulai mengajak Cindy berdansa di acara pernikahan Tatiana, mengikuti permainan Cindy agar Cindy mau memberikan alamat rumahnya, hingga berjam-jam menunggu Cindy pulang kerja. Melihat kegigihan Patrick mendekatinya, lambat laun hati Cindy mulai berubah. Dengan sedikit terpaksa Cindy akhirnya bersedia menjadi pacar Patrick. Walau begitu Cindy tetap menyembunyikan identitasnya. 

Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Cindy tak mampu berbuat apa-apa ketika Patrick mengetahui identitas aslinya. Padahal hari itu merupakan perayaan ulang tahun Patrick. Patrick yang merasa dipermainkan memutuskan untuk menyudahi hubungan mereka. Bahkan ia mengatakan bahwa Tatiana dan Tecla jauh lebih baik dari pada Cindy. Kini keadaan berbalik. Cindy yang pada akhirnya menyukai Patrick harus menelan penyesalan akibat perbuatannya. Terlebih ketika kemunculan mendadak cinta pertama Patrick, yang ternyata memiliki nama yang sama dengan dirinya. Namun cinta pertama Patrick sangat berbeda dengan dirinya. Cindy yang ini lebih modis dan berpenampilan glamor. Kini ada dua Cindy, Cindy manakah yang akan dipilih Patrick? Cindy 'mahal' si cinta pertama atau Cindy 'murah' si pembohong ulung?

Hmmm.. Sebenarnya ending novel ini sangat mudah ditebak. Dan aku baru sadar setelah menulis sinopsisnya, ternyata jalan ceritanya sangat klise. Tapi mengapa aku memberi rating sempurna? Selain karena chemistry kedua tokoh yang sangat sempurna, mari dengarkan dulu penjelasanku..

Aku sudah membaca dua novel Astrid Zeng yang terdahulu, yaitu Sleepaholic Jatuh Cinta yang menceritakan perjalanan Tecla-Philip dan Bella and The Beast yang menceritakan Bellatrix-Demetri (Suami Sempurna untuk Tatiana untuk saat ini belum, mengingat tokoh yang diceritakan Tatiana--tokoh yang menurutku paling menyebalkan karena sifat manjanya, ini menurutku ya). Dan setelah membaca novel ini, Cindy and The Playboy Prince merupakan novel yang paling kusukai dari sang penulis. 

Kenapa? Pertama, karena tokoh Cindy merupakan tokoh yang paling real. Ayolah, dibandingkan dengan tokoh si tukang tidur atau si tukang lelet atau yang paling parah si serba sempurna, si tukang iri lah yang paling mendekati kenyataan. Semua orang pasti pernah iri terhadap orang lain. Setuju? Diawal kemunculannya karakter Cindy merupakan karakter pendendam yang cocok menjadi tokoh antagonis yang teraniaya. Dan disini lah kelebihan novel ini. Tokoh utama cewek nggak selalu harus baik hati. Malah yang seperti itu pembaca sudah sangat jenuh. 

Kedua, alur yang disajikan cepat dan nggak bertele-tele. Fokus cerita hanya pada Cindy-Patrick. Itu yang buat aku semangat nuntasin. Nggak kayak Sleepaholic, ya ampun aku harus berulang kali men-skip bagian Tatiana. Sumpah, aku benci banget tokoh yang satu ini. Padahal penggambaran karakternya sempurna banget, mirip cerita dongeng. Heran deh dia banyak banget kebagian dialog disini. Padahal males banget.. 

Ketiga, pesan moralnya dapet banget. Abis baca ini pasti kita merenung. Yah, dendam dan iri merupakan penyakit moral manusia yang tak dapat dihindarkan.

Tapi selalu ada kekurangan. Dan kekurangan novel ini adalah penggambaran tokoh yang kurang kuat. Tokoh Cindy diceritakan pontang panting bekerja yang konon demi sesuap nasi. Oke, tapi mengapa untuk melakukan pekerjaan rumah seperti mencuci piring aja Cindy nggak bisa? Aneh kan? Dan tokoh Patrick yang konon playboy juga sedikit mencurigakan. Di novel hanya diceritakan cinta pertama Patrick saja. Harusnya lebih banyak tokoh perempuan yang disebutkan dan dijelaskan secara detail. Agar saya selaku pembaca yakin bahwa Patrick memang The Playboy Prince. (rai-ina)


P.S. : Ah setelah stuck berbulan-bulan pasca UN, akhirnya bisa juga ngelanjutin kegiatan yang satu ini. Maaf kalau tulisannya masih berantakan. Masih kaku nih. :'(

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
Setelah membaca mohon tinggalkan pesan pada kolom komentar.
Salam. ^^

 
Copyright (c) 2010 My Dream is My Life. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.