Kamis, 27 Juni 2013


The Devil in Black Jeans
Penulis : AliaZalea
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 352 halaman
Terbit : Februari 2013
Rating : 4/5

Dara betul-betul mencintai pekerjaannya sebagai personal assistant para artis, sampai dia bekerja untuk Blu, penyanyi opera Indonesia berumur lima belas tahun. Masalahnya bukan pada Blu, tapi kakaknya, yaitu Johan Brawijaya, drummer paling ganteng se-Indonesia yang superprotektif kepada adiknya dan membuat Dara ingin mencekiknya setiap kali bertemu.

Sebagai drummer kawakan Indonesia dengan wajah di atas rata-rata dan masih single, Jo mencintai kebebasannya untuk melakukan apa saja yang dia mau. Kebebasan ini punah dengan kedatangan adiknya di rumahnya. Seakan itu belum cukup parah, kini seorang PA artis yang sok tahu, super menyebalkan, berbentuk Dara, muncul dan mulai mengatur kehidupannya.

Satu-satunya hal yang membuat mereka berdua bisa saling bertoleransi adalah karena Blu. Atau itulah yang mereka pikir hingga ciuman itu terjadi. Satu ciuman yang membuat keduanya berpikir dua kali tentang perasaan mereka terhadap satu sama lain.




Sinopsis :
Jo yang merupakan drummer terganteng se-Indonesia tiba-tiba harus menerima kenyataan ketika dititipkan tugas oleh Papanya--yang baru saja meninggal--untuk menjaga adik tirinya, Blu. Jelas Jo terkejut. Bagaimana mungkin sang Papa yang tidak memiliki hubungan yang baik dengannya tiba-tiba memberikan tanggung jawab yang besar kepadanya. Seumur-umur Jo tidak tau bagaimana rasanya memiliki adik, terlebih adik perempuan yang masih remaja dan merupakan penyanyi opera yang terkenal di Indonesia. 

Padatnya jadwal Blu--terlebih menjelang konser, mau tak mau juga menyita perhatian Jo. Terlebih sejak keberadaan Blu yang menetap di rumahnya, Jo dapat merasakan kehidupan asmaranya terbatasi. Harusnya ia tak mengusulkan Poppy, Mamanya Blu--yang lebih cocok dipanggil tante mengingat perbedaan Jo dan Poppy yang terpaut sepuluh tahuan--untuk melanjutkan kursus selama 9 bulan di luar negeri.

Jo benar-benar dibuat bingung oleh tingkah Blu yang sering mengunci dirinya di kamar lalu menyetel lagu Justin Bieber keras-keras atau mendadak mogok makan dalam usaha dietnya atau berbagai hal-hal aneh yang dilakukan oleh gadis yang baru beranjak remaja. Hingga akhirnya Jo memutuskan untuk menggunakan jasa personal assistant a.k.a PA untuk Blu. Tujuannya agar Jo terbebas dari tanggung jawabnya menjaga Blu. Jo mencari PA yang merangkap sebagai baby sitter, sopir, dan guru les Blu. Dan profesi ini jatuh ke tangan Dara, mantan PA artis senior yang telah pensiun dari industri hiburan.

Sejak pertemuan pertama yaitu saat interview, Jo sudah menunjukan gelagat tidak suka kepada Dara. Namun apa boleh buat, Blu terlanjur menyukai Dara karena Dara mengerti semua informasi masa kini. Tidak seperti kakak tirinya, Jo, yang hanya bisa melongo ketika disuguhi obrolan Vampire Diaries.

Awalnya pekerjaan Dara sebagai PA Blu berjalan dengan lancar. Namun ketika dirinya tertangkap basah membantu Blu untuk mengikuti pesta tahun baru bersama teman sekolahnya, Jo tidak segan-segan memecat Dara. Jo sudah menawari mencari PA pengganti Dara namun Blu menolak mentah-mentah usulan tersebut. Blu hanya menginginkan Dara. Dengan menurunkan sedikit egonya, Jo harus mengakui bahwa dirinya terlalu cepat mengambil keputusan. Kenyataan bahwa kepergian Blu ke pesta tahun baru atas seijin Poppy dan merahasiakan ini darinya karena tingkahnya yang terlalu over protective, membuat dirinya rela pergi ke rumah Dara dan memohon wanita itu untuk kembali mendampingi Blu.

Sekembalinya Dara menjadi asisten Blu, hubungan Jo dan Dara mulai membaik. Tidak seperti dulu yang saling berdebat. Jo kini memandang Dara dengan sudut pandang yang berbeda. Bahkan Jo rela memindahkan makanan junk food-nya yang memenuhi kulkas dengan sayuran dan buah-buahan, atas permintaan Dara. Harusnya Jo menyadari lebih awal, mengapa dirinya dulu tidak setuju Dara menjadi PA Blu. Dengan kecantikannya, Dara lebih cocok menjadi milik Jo. Namun kenyataan bahwa Dara akan segera menikah dengan tunangannya, Panji, membuat Jo hampir frustasi. 

Satu-satunya cara agar Dara menjadi miliknya adalah menyatakan cinta secepat mungkin. Namun untuk seorang Jo yang masa lalunya tak pernah mendapatkan kasih sayang, menyatakan perasaan merupakan hal yang terberat dalam hidupnya. Tapi ketika akhirnya Jo menyatakan cintanya, Dara malah menolaknya. Hubungan mereka merenggang, hingga Jo memutuskan untuk menenangkan dirinya di Thailand. Sementara deadline pernikahan Dara yang kian dekat, Dara harus memutuskan untuk tetap bersama Panji yang terlalu mengatur hidupnya atau mendengar hati kecilnya yang menginginkan Jo. Namun terlambat, Dara sudah menolak Jo.

Yey! Akhirnya novel yang sudah lama kutunggu-tunggu ini terbaca juga. Waktu baca review belakang sampul aja, serasa pengen jingkrak-jingkar saking bersemangat. Aku sudah terlalu menyukai gaya penulisan AliaZalea yang ringan dan ceritanya selalu happy ending. Tapi..... entah kenapa untuk novel ini aku kecewa. Emang sih ceritanya bagus dibandingan novel metropop yang lain. Tapi gimana ya, aku terlanjur berharap lebih dalam novel ini. Aku membayangkan pasti lebih seru dari Crash Into You atau Celebrity Wedding

Ya, mau gimana lagi ternyata novel ini kurang greget dari novel yang dulu-dulu. Chemistry kurang, porsi Dara-Jo juga kurang, dan alurnya bertele-tele (sumpah, nggak nyangka!). Aku kira membaca novel setebal ini pasti bakal kenyang senyam senyum, sayang seribu sayang malah kebalikannya. Aku banyak men-skip bahkan saking alotnya aku langsung lari ke halaman terakhir.

Untuk judul novelnya, demi tuhan nggak nyambung. Pertama, Jo bukan devil. Oke mungkin diawal-awal saat Jo sering berdebat dengan Dara bisa dikatakan devil. Tapi itu devil dalam sekala kecil. Kedua, black jeans? Oke mungkin kalo Jo sering makek celana jeans kemana-mana karena itu celana favoritnya sih, it's okay boleh lah dibuatin judul. Tapi ini?? Hanya sekali dijelaskan Jo mengeluarkan stik drumnnya dari celana jeans. Hanya sekali dalam satu kalimat yang berlalu begitu saja. Oh em jiiiii. Dan aku nggak ngerasa Jo itu drummer selama aku baca novel. Revel lebih terasa kalo dia vokalis saat di Celebrity Wedding. Tapi Jo?? Ayolah Jo sekali-kali tunjukin pesona gebuk drum secara mendetail. (rai-ina)

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
Setelah membaca mohon tinggalkan pesan pada kolom komentar.
Salam. ^^

 
Copyright (c) 2010 My Dream is My Life. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.