Senin, 07 November 2011

Penulis : Windhy Puspitadewi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 204 halaman
Terbit : Mei 2011
Rating : 4/5

Selain kemampuan aneh yang bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain lewat sentuhan, Riska memiliki kehidupan normal layaknya siswi SMA biasa. Tapi semua berubah sejak kedatangan Pak Yunus, guru pengganti, dan perkenalannya dengan Indra yang dingin dan Dani si juara kelas.

Riska kemudian diberitahu bahwa dirinya adalah touché alias orang yang memiliki kemampuan melalui sentuhan, seperti halnya Indra, Dani, dan Pak Yunus sendiri. Seakan itu belum cukup mengejutkan, Pak Yunus diculik! Sebuah puisi kuno diduga merupakan kunci untuk menemukan keberadaan Pak Yunus.

Dengan segala kemampuan mereka, Riska, Dani, dan Indra pun berusaha memecahkan kode dalam puisi kuno tersebut dan menyelamatkan guru mereka.


Sinopsis :
Oke. Pertama-tama aku ucapin seribu terimakasih buat perpus sekolah yang mau nyediain novel ini sebagai salah satu koleksinya. Lanjut!!! Menurut aku sendiri novel ini chemistry bener-bener bikin yang baca, senyam senyum kayak orang gila. Yailah. Secara yang nulis Windhy Puspitadewi. 


Tokoh Indra yang digambarkan dingin namun sebenarnya peduli ama sekelilingnya benar-benar membuat aku mupeng pengen punya cowok kaya Indra. Tokoh Riska yang mampu memasuki kehidupan Indra membuat chemistry mereka makin klop. Ada juga tokoh Dani yang merupakan sahabat Indra sejak SD. Juga Pak Yunus yang memiliki peran dalam permainan dalam novel ini. 


Novel ini menceritakan gimana pertemuan Indra, Dani, Riska, dan Pak Yunus  yang merupakan sesama kaum touché--kemampuan membaca sesuatu melalui sentuhan--. Emang sih novel “Touche” ini termasuk novel yang rada berat kalo diliat dari genrenya yang teenlit. Tapi bagi kamu-kamu yang bener-bener maniak pengetahuan dunia, bisa baca novel ini sebagai ajang nambah pengetahuan. Kaum touche sendiri bisa diartikan sebagai kaum yang memiliki kemampuan membaca sesuatu melalui sentuhan tangan kayak menyentuh tangan seseorang, buku, peta, dan lain-lain. 

Touche disini dibagi menjadi empat, yaitu the mind reader --pembaca pikiran seperti Indra-- , the empath --pembaca perasaan seperti Riska--, the text absorber --pembaca teks buku hanya dengan menyentuh buku tersebut seperti Dani-- dan terakhir the track finder --pembaca keberadaan seseorang dengan menggunakan media peta seperti Pak Yunus--. Dan masih banyak spesialis kaum touché  yang diceritakan pada novel ini. Sayang banget endingnya rada ngegantung.  Atau mungkin aku nya yang pengen nambah porsi bacaan antara Indra dan Riska. Hehe. Well, novel ini bagus kok. (rai-ina)

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
Setelah membaca mohon tinggalkan pesan pada kolom komentar.
Salam. ^^

 
Copyright (c) 2010 My Dream is My Life. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.