Jumat, 02 Desember 2011

Penulis : Pricillia A.W
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 256 halaman 
Terbit : Februari 2011
Rating : 3/5


Sejak kematian mamanya dan kepergian cinta pertamanya, hidup Azura terpuruk. Azura yang periang berubah menjadi gadis pendiam. Namun, pertemuannya dengan Tristan membuat hidup Azura kembali berwarna. Gadis itu mulai berani membuka hatinya, dan pelan-pelan mampu membalut luka lama yang awalnya tidak pernah disentuhnya.


Tetapi, ketika Azura mulai berani menata masa depan dengan Tristan, masa lalu seolah tak bisa melepaskannya. Azura bertemu kembali dengan cinta pertamanya, yang ternyata adalah adik Tristan. Manakah yang akan dipilih Azura, melanjutkan cinta masa lalunya atau merajut cinta baru?


Sinopsis :
Bercerita tentang kehidupan Azura yang benci terhadap waktu. Karena menurutnya waktu merupakan hal terkejam dalam hidup. Waktu yang membuat ia kehilangan orang yang disayangi seperti mamanya dan cinta pertamanya yaitu Joshia atau Joshi. Namun pada akhirnya, waktu juga yang mempertemukan Azura dengan Tristan yang tak lain adalah kakak dari Joshi. Azura dan Tristan memiliki kesamaan yaitu benci dengan yang namanya waktu dan sering merasa kesepian. Azura kesepian karena ditinggal mamanya dan cinta pertamanya yang tiba-tiba saja menghilang setelah kematian mama Azura. Sedangkan Tristan kesepian karena keadaan rumah yang tidak nyaman dan membuat ia memilih untuk kos dari pada tinggal di rumah. Ayah Tristan menetap di Inggris karena pekerjaan. Merasa senasib, mereka berdua akhirnya dekat satu sama lain yang tanpa sadar menimbulkan getaran aneh di hati Azura.


Suatu saat Azura bertemu kembali dengan cinta pertamanya, dan akhirnya Azura sadar bahwa Tristan dan Joshi merupakan kakak adik. Lebih menyakitkan lagi, ternyata Joshi dulu meninggalkannya hanya karena Gwen. Gwen adalah cinta pertama Joshi dan sekaligus cinta Tristan. Ya, Tristan dan Joshi ternyata menyukai orang yang sama. Tapi dulu Tristan mengalah, walau ia tahu Gwen juga mencintainya. Merasa Tristan mencampakan Gwen dengan semena-mena, Joshi pun mulai memusuhi kakaknya sendiri. Selain itu Joshi merasa bahwa Tristan lah penyebab dari kecelakaan beberapa tahun lalu yang mengakibatkan Gwen buta sementara dan Joshi lumpuh sementara.


Sesuai judulnya, novel ini menceritakan dilema dari para tokoh. Azura yang bingung lebih mencintai Tristan atau cinta pertamanya, Joshi. Walau Azura tau Joshi dan Gwen sudah berpacaran. Tokoh Tristan juga  bingung dengan perasaannya pada Azura atau cintannya pada Gwen. Dan akhirnya, Azura dan Tristan bisa menentukan hatinya dan membiarkan masa lalu menjadi sebuah kenangan. Cerita ini happy ending. Di akhir juga diceritakan bagaimana pengorban Tristan terhadap adiknya. Ternyata Tristan mendonorkan satu ginjalnya untuk menyelamatkan nyawa Joshi saat kecelakaan dulu. Sempet kesel sih sama tokoh Joshi. Selalu menyalahkan kakaknya sendiri, padahal nyawanya sendiri udah ditolongin. Hadeeeh. Tapi akhirnya Joshi tau pengorbanan kakaknya dan mereka pun berbaikan. 


Novel ini menurutku lumayan. Walau rada kesel sama tokoh Gwen yang dicintai dua cowok. Kasihan Azura... Tapi untungnya diakhir ada yang sadar bahwa Azura lebih baik dari pada Gwen. Tokoh Joshi juga menyebalkan. Nyolot banget sih sama kakak sendiri!! Untung dia cepetan sadar. (Ya ampun.. Kenapa aku jadi marah-marah??) Oya, satu lagi bagian yang aku rada nggak sreg. Penjabaran penulis tentang waktu terlalu berlebihan cenderung over. Azura sama Tristan memang benci waktu, tapi penyampaiannya nggak segitunya kaleee. 
Oke. Sekian resensi saya terhadap novel ini. Btw, ini novel pinjeman dari temen. Trims yoo. (rai-ina)

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
Setelah membaca mohon tinggalkan pesan pada kolom komentar.
Salam. ^^

 
Copyright (c) 2010 My Dream is My Life. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.