Minggu, 08 September 2013


Penulis : Lexie Xu
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal :  240 halaman
Terbit : Oktober 2010
Rating : 5/5

Halo, namaku Jenny Angkasa dan hidupku saat ini bagaikan deretan mimpi buruk. 

Pertama-tama, aku dimusuhi Hanny, cewek paling populer di sekolah yang tadinya adalah sahabatku satu-satunya. Mantan sohibku itu kini menganggapku lebih rendah daripada amuba, bahkan aku dikutuk untuk menjalani hidup sial selamanya.

Kedua, dua teman sekelasku yang memiliki nama yang sama denganku mengalami kecelakaan yang sangat mengerikan. Berdasarkan observasi umum, aku akan menjadi korban berikutnya. Bagaimana aku tidak deg-degan?

Ketiga, aku mulai uring-uringan tinggal di rumah yang sudah kudiami selama enam tahun terakhir ini. Memang sih, kabarnya rumahku dihantui oleh wanita bergaun putih dan berambut panjang serta seorang anak perempuan kecil. Tapi selama ini kami hidup berdampingan tanpa saling mengganggu kok. Kini, mendadak saja di rumahku muncul kejadian misterius.

Apa yang terjadi sebenarnya? Benarkah penyebab semua masalah ini adalah hantu-hantu masa lalu? Atau gara-gara kutukan Hanny yang ternyata manjur banget? 

Atau ada misteri lain di balik semua ini?




Sinopsis :
Jenny Angkasa dan Hanny Pelangi merupakan sahabat baik walau kepribadian mereka bertolak belakang. Hanny dengan kecantikannya dan kemodisannya membuat dirinya begitu populer di kalangan SMA Persada Internasional. Sebaliknya Jenny adalah cewek pendiam, berpenampilan sederhana (padahal cantik lho), dan cenderung tertutup alias susah bergaul. Bukan tanpa alasan, Jenny memang sudah terbiasa dengan kesendiriannya karena sering ditinggal orang tua nya keluar negeri. 

Sejak berteman dengan Hanny, Jenny mulai merasakan kehidupan sosialnya berubah. Pertama, Hanny selalu meminta untuk ditemani jika sahabatnya itu berkencan. Mau tak mau Jenny mulai bergaul dengan cowok-cowok populer, walau pun kadang ia merasa kehadirannya kurang diinginkan. Kedua, berkat duduk sebangku dengan Hanny, Jenny mendapat julukan Jenny-Hanny. Julukan yang baik mengingat di kelas X-3 terdapat 3 orang yang bernama depan Jenny--hal ini disebabkan kelalaian administrasi sekolah. 

Praktis temen-teman sekelas mulai membuat julukan agar mudah membedakannya. Jenny Tompel untuk si Jenny yang memiliki tompel di wajahnya dan memiliki level kesirikan yang luar biasa. Lalu Jenny Bajaj untuk si Jenny sang drama queen yang keserempet bajaj saat hari pertama MOS. Dan Jenny-Hanny untuk si Jenny Angkasa. Untuk hal yang satu ini, Jenny sangat berterima kasih kepada sahabatnya itu karena telah menyelamatkan dirinya dari julukan aneh.

Tapi berteman dengan Hanny tidak melulu menyenangkan. Jenny merasakan hal itu. Dirinya yang tidak mencolok makin tidak terlihat keberadaanya saat berdiri di samping Hanny. Karena semua mata hanya terfokus pada cewek populer itu. Bahkan Tony dan Markus --duo sohib kelas sebelas yang begitu populer-- tiba-tiba saja mengajak berkenalan Hanny saat Hanny baru saja putus dari Ivan. Berbeda dengan cowok kebanyakan yang naksir Hanny, Tony dan Markus malah semangat mengajak Jenny berkenalan. Malah dengan antusias mengajak Jenny pergi bareng. Hal itu membuat Jenny merasa diakui. Diam-diam Jenny menyukai Tony yang merupakan tetangga depan rumahnya itu. Tapi ia menyadari bahwa Hanny juga menyukai Tony dan potensi Hanny lebih besar dibanding dirinya.

Namun siapa sangka pulang dari kencan berempat mereka, Tony malah menyatakan cintanya pada Jenny. Dengan polosnya Jenny menolak Tony demi menjaga persahabatannya dengan Hanny. Singkat cerita, Tony malah pacaran dengan Hanny tapi hanya sebentar karena Tony melakukan hal ini untuk taruhan. Sakit hati dengan semua ini, Hanny memutuskan persabatannya dengan Jenny dan mengutuk Jenny agar tertimpa sial selamanya.

Jenny yang kini ditinggal Hanny, merasakan perubahan pergaulannya. Teman-temannya mulai menjuluki dirinya dengan Jenny 'Jenazah' yang merupakan singkatan dari JENny angkASA. Di kelas dirinya hanya bergaul dengan Jenny Bajaj dan Jenny Tompel karena tempat duduknya kini berada di depan duo Jenny aneh itu. Hanny malah duduk dengan Johan, cowok kurus berkacamata yang dari awal menunjukan ketidaksukaannya terhadap dirinya. 

Tapi beruntung walau pun dia dijauhi oleh sahabatnya, Tony dan Markus tetap berada disampingnya. Apalagi sejak kejadian aneh di rumahnya yang membuat bulu kuduk Jenny merinding, Tony dan Markus lah yang menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi di rumah yang sejak enam tahun lalu ditempati oleh keluarga Jenny. Rumah Jenny memang terkenal seram mengingat anak pemilik rumah ini terdahulu meninggal tenggelam di kolam, kemudian disusul oleh kematian sang Ibu akibat gantung diri.

Di lain pihak, keadaan kelas Jenny mulai kacau balau. Deretan kejadian aneh mulai menimpa kelas mereka. Pertama, kecelakaan mobil yang dialami Jenny Tompel hingga membuat dia dilarikan ke rumah sakit. Kedua, Jenny Bajaj yang tiba-tiba tertimpa rak di lab kimia yang membuat seluruh tubuhnya tertancap serpihan kaca. Jika perkataan Jenny Bajaj benar bahwa hal ini diakibatkan kutukan Hanny, maka setelah ini Jenny lah yang akan mengalami hal-hal mengerikan ini. Tapi benarkah kejadian ini disebabkan oleh kutukan? Lalu misteri apa yang sebenarnya terjadi pada rumah Jenny? 


***

Bener-bener nggak rugi aku bela-belain baca novel ini. Padahal niatnya mau langsung baca seri ke-4 dari Johan's series ini : Teror. Ceritanya biar praktis, males ikutin novel yang berkelanjutan. Takutnya nanti malah nggak kesampain buat nuntasin baca ke-4 novel Johan's series ini. Tapi nyatanya aku sekarang lagi semangat-semangatnya baca seri yang ke-3 : Permainan Maut. 

Sumpah, nggak nyesel baca novel ini. Padahal novel ini beberapa hari aku cuekin, lagi bimbang mau baca atau nggak. Syukur ada sedikit niat iseng yang kemudian berubah jadi rasa penasaran dengan halaman berikutnya. Jadilah di tengah malam menuju pagi buta aku baca novel ini sambil noleh-noleh ke segala penjuru kamar, gara-gara merinding sama cerita rumah Jenny. hahaha. Oke cukup curcolnya.

Kalau boleh dibilang, gaya penulisan Lexie Xu mirip kayak Esti Kinasih. Sama-sama pinter mendeskripsikan situasi yang sepele tapi emang terjadi dalam dunia remaja dan itulah yang menjadi daya tarik novel ini. Gimana penjabaran karakter setiap tokoh yang diceritakan dengan narasi yang asyik dan dijamin nggak akan membosankan. Penggambaran tokohnya juga terasa nyata banget dan nggak dibuat-buat. Dalam novel semua tokoh memiliki point plus dan minus sehingga tokoh disini terasa manusiawi.

Jenny si cewek pendiam yang jalannya lurus alias nggak neko-neko tapi susah bergaul, Hanny si cewek nyebelin yang rada sombong (mengingat betapa populer dirinya wajar juga sih tapi aslinya baik kok), Tony si cowok dekil (baju seragamnya aja kok) yang syukurnya punya wajah ganteng, dan Markus si cowok keturunan setengah bule yang harus setia dengan kacamatanya karena trauma menggunakan kontak lens. 

Unsur romance dalam novel ini emang dikit (nggak sebanyak seri ke-2 : Pengurus Mos Harus Mati), tapi entah kenapa chemistry Tony dan Jenny terasa banget. Cerita mereka yang ternyata udah saling suka dari dulu (aduh, kayaknya spoiler nih) bener-bener bikin senyum pas bacanya. Apalagi persahabatan Tony dan Markus yang emang udah lengket dari kecil. Menyenangkan banget liat keakraban duo cowok keren ini. Tapi untuk tokoh Hanny, serius aku masih kesel sama si nona cantik ini. Sifat egoisnya itu lho minta di tendang.

Untuk ending, sebenernya dari awal udah ketebak banget siapa pelaku semua ini. Coba penulisnya nggak ngisiin bagian dimana Tony ngerasa pernah melihat sosok Johan, dijamin pasti nggak ada yang nyangka kalau pelakunya Johan. Tapi secara keseluruhan novel ini bagus dan aku paling suka sama pasangan Tony-Jenny. Klop banget. (rai-ina)

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
Setelah membaca mohon tinggalkan pesan pada kolom komentar.
Salam. ^^

 
Copyright (c) 2010 My Dream is My Life. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.