Jumat, 21 Oktober 2011

Penulis : Titish AK
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 264 halaman
Terbit : Maret 2007
Rating : 5/5

Ocha benci Adit! Meskipun cowok itu idola cewek satu sekolah, bagi Ocha, Adit nggak lebih dari sekadar perusak image dan pembawa isal. Sejak kenal Adit, Ocha berevolusi jadi cewek cengeng, malu-maluin, suka bohong, dan doyan melet. Pokoknya Ocha benci Adit. Titik. 

Tuhan seperti memberikan jalan untuk membalas dendam ketika tanpa sengaja Ocha menemukan apa yang bakal dianggap harta karun oleh cewek-cewek di sekolahnya: nomor handphone Adit, yang katanya susaaaah banget dicari tahu itu. 



Awalnya Ocha berencana menjual informasi nomor handphone Adit ke teman-temannya. Tapi karena nggak tega, akhirnya Ocha cuma ngisengin Adit lewat SMS dengan nama samaran Ayu. 

Tapi bukannya sukses balas dendam, Ocha malah tambah pusing. Soalnya kebohongan kecil yang dia ciptakan itu menimbulkan masalah baru. Adit ternyata naksir Ayu!




Sinopsis :
Cerita berawal saat Ocha dan Pia menunggu jemputan Pia. Atas nama persahabatan, Ocha mau-mau aja nemenin Pia --sahabat Ocha yang keturunan ningrat-- nungguin jemputan. Padahal jarak rumah Pia dan sekolah lumayan jauh. Setelah jemputan Pia datang, Ocha pergi ke parkiran sekolah mengambil motor. Namun sayang motor kesayangan Ocha tiba-tiba mogok. Sialnya sekolah Ocha sudah tak berpenghuni karena hari telah sore. Hanya ada beberapa motor yang masih parkir disamping motornya. Saat itulah Ocha mengenal Kak Bintang. Kak Bintanglah yang menolong motor Ocha agar tidak mogok. Karena insiden motor mogok, Ocha jadi ngefans sama Kak Bintang yang ternyata pemain basket di sekolahnya.


Keesokan harinya, Ocha dan Pia menonton pertandingan antar angkatan yang diadakan sekolahnya. Kata Pia biarpun Kak Bintang nggak main, ada kemungkinan Kak Bintang jadi wasit permainan. Sedang asyik-asyiknya mencari Kak Bintang, Ocha tidak melihat bahwa bola basket melayang kepada dirinya. Bughh.. Bola itu sukses membuat kepala Ocha berputar-putar. Masih menahan rasa sakit kepalanya, tiba-tiba datang seorang laki-laki --namanya Adit-- yang ternyata pemilik bola itu. Bukannya meminta maaf, Adit malah memarahi Ocha dan menuduh Ocha yang tidak fokus mengikuti pertandingan. Ocha yang kesal karena dimarahi mengutuk Adit. Dan sejak saat itu Ocha mulai membenci Adit setengah mati.


Belum lama berlalu sejak kejadian di lapangan basket, lagi-lagi Adit membuat Ocha kesal di sebuah rental DVD. Ocha yang berniat membalas dendam tiba-tiba mendapat suatu ide. Dewi fortuna sepertinya berpihak pada Ocha. Ocha tidak sengaja mencatat nomer handphone Adit yang katanya susah banget dicari. (Untuk sekedar informasi, Adit ternyata salah satu cowok populer di angkatan Ocha. Selain karena pemain basket, menurut Pia dkk Adit adalah tipikal cowok idaman. Malah Pia masuk fans club Adit.) Dan Ocha berniat menjual nomer Adit!!


Tapi kesalahan mulai terjadi. Ocha yang awalnya berniat menjual nomer Adit malah mengurungkan niatnya. Karena patah hatinya mengetahui Kak Bintang telah memiliki pacar, Ocha malah iseng sms Adit dan menyamar sebagai Ayu. Waktu pun berjalan, hari-hari Ocha dilalui dengan sms-sms lucu Adit. Siapa sangka bahwa bermula dari iseng, Ocha malah menikmati setiap sms Adit. Disaat Ocha mulai menyadari hatinya, Ocha akhirnya tau bahwa Adit menyukai Ayu. What??  Ayu kan tokoh fiktif yang diciptakan Ocha biar bisa sms-an sama Adit? Terus gimana donk??


Wkwkwkwk... Cerita simpel banget yah. Kesalahpahaman yang terjadi karena Ocha yang ngaku sebagai Ayu saat sms-an dengan Adit. Tema yang diangkat novel ini pun biasa aja. Tentang dua orang yang awalnya benci jadi saling suka satu sama lain. Tapi.... Penulis dengan cukup pintar ngebuat cerita ini mengalir apa adanya. Dan kadang disisipkan unsur komedi dan romantis pada beberapa bagian. Novel ini juga remaja banget. Cocok banget sama genre teenlitnya. Oh ya, sekedar info, novel A Little White Lie sudah mengalami cetakan ulang beberapa kali. Bukan beberapa kali sih, abisnya waktu aku beli novel ini tertulis cetakan kesepuluh. Keren nggak tuh? Hampir setara dengan Fairish yang memasuki cetakan kesebelas. Waow! (rai-ina)

12 komentar:

Mia Setiarini mengatakan...

aaaaaaaaakkk ini novel yg paling aku suka!!!!!<3

Rai Inamas Leoni mengatakan...

Aku juga suka mia..
Qhe msh punya novelnya?

Mia Setiarini mengatakan...

gak, tapi kmrn dapet liat masih ada di gramed ss.
beli muh, nanti aku minjem muahahaha :P

Rai Inamas Leoni mengatakan...

hadeeeeeeh.. nabung dulu coy..

Vanessie Yolanda Cullen mengatakan...

ahahahah.. =D
ketwa ngakak baca novelnya
jadi nga bete lagi deh =>

Rai Inamas Leoni mengatakan...

@ vanessie : bener tuh, novel ini bikin ngakak bacanya..

tesalonika mengatakan...

Prnh baca tp belom beli bukunya. alias aku baca punya tmn alias minjem. Pgn beli tp skrg msh ad gk y di gramed?...

Rai Inamas Leoni mengatakan...

Masih kok. Sering-sering aja ngecek di gramed, pasti ketemu.

Winda Ayuning Tyas mengatakan...

Novel ini keren baru baca setengah aja udah bisa ngakak karena kelakuannya si Ocha dan adit :D

Rai Inamas Leoni mengatakan...

Ocha dan Adit emang ngegemesin...

X limited mengatakan...

Ini ada link baca onlinenya nggak ya?

Rai Inamas Leoni mengatakan...

rasanya belum ada...

Poskan Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
Setelah membaca mohon tinggalkan pesan pada kolom komentar.
Salam. ^^

 
Copyright (c) 2010 My Dream is My Life. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.