Selasa, 18 Oktober 2011

Penulis : Esti Kinasih
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 280 halaman
Terbit : Januari 2008

Ronald, cowok kelas 2 SMA, sudah lama naksir Citra yang masih kelas 3 SMP. Tapi Ronald belum mau PDKT. Ia menunggu sampai Citra masuk SMA, karena itu ia hanya bisa mengamati Citra dari jauh.

Saat yang ditunggu Ronald selama berbulan-bulan akhirnya tiba. Citra masuk SMA! Namun Ronald kecewa karena ternyata Citra masuk SMA yang sama dengan adiknya, Reinald, dan sekelas pula. Namun, keinginan dan harapan terbesar Ronald untuk mendekati Citra tak pernah terwujud. Cowok itu kecelakaan dan tewas di tempat, tidak jauh dari rumah Citra.

Reinald menganggap Citra-lah penyebab kematian kakaknya. Rasa marah dan keinginannya untuk menyalahkan Citra membuat sikapnya terhadap cewek itu menjadi penuh permusuhan. Keduanya kemudian kerap bertengkar tanpa Citra tahu pasti alasan sebenarnya.

Sikap Reinald berubah drastis ketika Citra memutuskan untuk tidak lagi mengacuhkannya. Kini Reinald berada di posisi yang sama seperti Ronald dulu. Perubahan sikap Reinald itu tanpa sadar mendekatkan keduanya. Dan akhirnya Reinald tak lagi ingin menjaga Citra demi almarhum kakaknya.

"Gue suka cewek lo," ucap Reinald suatu hari di depan foto Ronald. Dan itu membuat sang kakak kemudian "kembali"!

Sinopsis :

Gila. Ini novel pertama Esti Kinasih yang aku baca. Dan luar biasa. Emosi pembaca benar-benar diaduk rata dalam setiap halaman novel ini (halah, lebay!). Tapi beneran deh, baca novel Dia Tanpa Aku langsung bikin aku ngefans sama Esti Kinasih dan mulai berburu novel Esti Kinasih yang lain.

Novel ini membuat kita menyadari seberapa besar rasa sayang seorang kakak terhadap adiknya. Aku aja sampe nangis baca endingnya. Memang sih happy ending tapi aku bener-bener kasian sama tokoh Ronald. Tokoh yang belum sempat mewujudkan mimpinya. Tokoh yang pergi bersama harapan indahnya. Tapi aku yakin Ronald pasti bahagia meliat adiknya, yang kini menjaga seseorang yang pernah menjadi mimpinya dulu.

Dan untuk tokoh Andika. Kamu memang benar-benar sahabat sejati. Aku juga nangis waktu diceriatin bagaimana  depresinya Andika kehilangan Ronald. (rai-ina)

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
Setelah membaca mohon tinggalkan pesan pada kolom komentar.
Salam. ^^

 
Copyright (c) 2010 My Dream is My Life. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.