Sabtu, 29 Oktober 2011


Crazy little thing called love atau di Indonesia lebih dikenal dengan nama First Love, menceritakan tentang seorang Pelajar SMP yang disapa Nam (Pimchanok Luevisetpaibool) secara diam-diam menyukai cowok berwajah ganteng Shone (Mario Maurer).  Menyukai seorang kakak kelas, tidak menjadi halangan bagi Nam bersaing dengan gadis-gadis lain di sekolahnya. Dalam film ini diceritakan bagaiman perkembangan Nam yang dulunya kuran cantik a.k.a jelek hingga menjadi cantik seperti putri. Banyak perilaku dan ulah lucu Nam yang disajikan di sepanjang durasi film. Dengan bantuan 3 teman sekelasnya, Nam bermetamorfosis dari ulat menjadi kupu-kupu yang cantik. Dan karena suatu hal, setelah lulus Nam memutuskan melanjutkan kuliahnya di luar negeri agar bertemu dengan sang Ayah. Lalu bagaimana akhir cerita Nam dengan kakak kelas yang dikaguminya setengah mati? 


Tak disangka, film Thailand berjenis komedi romantic yang terkesan simple dengan cerita yang gampang ditebak dan sudah umum dalam film-film sejenis mampu meninggalkan kesan bagi siapa saja yang baru menontonnya. Kekuatannya terletak kepada karakter yang dibawakan oleh Nam bersama teman-temannya serta karakter jenaka Guru Inn.



Cerita film yang berdasarkan based on true love story all people. Juga didukung oleh pemilihan soundtrack yang ok-ok punya. Bisa jadi membuat anda mewek terbawa suasana. Sinematografinya juga tidak muluk-muluk melainkan terkesan sederhana dan elegan, yang patut diacungi jempol adalah efek make upnya yang mampu mengubah seseorang dari biasa menjadi luar biasaSelain itu, film crazy little thing called love juga banyak mendapatkan apresiasi yang baik bagi para penikmat film Thailand, khususnya dari Indonesia.




























Opini : Ini film Thailand pertama yang aku tonton. Gila. Aku salut sama sutradaranya, terlebih lagi yang buat skenario dan penata riasnya. Ya ampun, kok bisa sih Nam yang aslinya cantik malah bisa terlihat jelek (maaf) di awal-awal cerita. Keren deh buat tim make-up First Love. Biar pun film ini mengangkat tema yang sederhana --malah cenderung biasa aja-- tapi mempunyai daya tarik tersendiri untuk memikat hati para penonton. Dimana tema yang diambil yaitu cinta monyet yang berakhir cinta sejati dan disisipkan beberapa adegan komedi. Yah, dari film ini kita bisa liat gimana kemajuan perfilman Thailand yang biasa dikenal dengan film horornya mulai memperluas genre. 

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
Setelah membaca mohon tinggalkan pesan pada kolom komentar.
Salam. ^^

 
Copyright (c) 2010 My Dream is My Life. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.