Jumat, 23 Agustus 2013


17214530
Penulis : Karla M. Nashar
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 416 halaman
Terbit : Januari 2013
Rating : 5/5

"And what would you do, if I told you I have no intention to kiss you?”
“Kurasa... aku akan membuatmu mengubah keputusanmu itu.”

Ketika Troy Mardian dan Gadis Parasayu yang saling membenci harus terbangun dalam keadaan bugil dengan memori kabur akan pernikahan mereka, reaksi pertama mereka adalah berteriak histeris. Mereka curiga jika semua keanehan itu berkaitan dengan wanita gipsi tua yang mereka tertawai pada acara ulang tahun kantor mereka.

Untunglah mimpi dan realita yang tumpang tindih mempermainkan akal sehat mereka itu segera berakhir, dan membawa mereka kembali ke dunia nyata. Kali ini Troy dan Gadis yakin semua keanehan yang mereka alami itu telah berakhir. Setidaknya demikian, hingga tugas kantor membawa mereka ke negara para Duke dan Duchess, Inggris.

Dalam penerbangan yang melewati turbulensi ekstrem dan nyaris merenggut nyawa, keduanya dipaksa berpikir ulang tentang perasaan masing-masing. Meskipun mereka saling membenci sejak pandangan pertama, mungkinkah berbagai peristiwa aneh tersebut justru mengubah rasa tidak suka mereka menjadi cinta?

Dan ketika Troy dan Gadis mengira hidup mereka sudah mencapai puncak kebahagiaan tertinggi, nun jauh di sana, sayup-sayup suara gemerencing lonceng perak kecil milik si gipsi misterius kembali membelah pekatnya malam... Lalu apa kira-kira yang akan terjadi pada Troy dan Gadis kali ini?

Cring... cring... cring... Beware!




Sinopsis :
Masih ingat akhir cerita Love, Hate & Hocus~Pocus?  YAP! Ending yang sukses bikin syok pembacanya yang sebagian besar sudah berharap terlalu banyak dengan pasangan beda selera ini, Troy Mardian dan Gadis Parasayu. Dimana di menit-menit terakhir sebelum kita menutup novelnya, pembaca dikejutkan dengan kenyataan pernikahan Troy-Gadis hanya terjadi dalam mimpi mereka saja. Tapi masa iya dua orang bisa bermimpi yang sama? Penasaran? Tenang, novel Love, Curce & Hocus~Pocus siap menjawab semua kebingungan pembaca. 

Cerita diawali dengan keterkejutan Gadis dan Troy yang sama-sama terbangun dari ruang rapat BPI (Biochell Pharmacy Indonesia) dan menyadari bahwa beberapa menit lagi ulang tahun ke-50 BPI akan dilaksanakan. Dan itu berarti bahwa pernikahan mereka bahkan kehamilan Gadis hanya sebuah mimpi belaka. Walau sedikit tidak rela dengan kenyataan ini, Gadis dan Troy harus kembali ke realita sebenarnya. Dimana mereka berdua memang diciptakan untuk saling membenci dan bermusuhan. 

Tapi sepertinya nasib kembali mempermainkan mereka. Setelah kasus Dhemotcyl, mereka kembali dipertemukan sebagai sebuah tim. Troy dan Gadis dikirim ke London untuk menghadiri seminar menggantikan Bu Sonya, atasan mereka yang tidak bisa hadir. Dalam perjalan menuju London, pesawat yang mereka tumpangi mengalami turbulensi ekstrem hingga menyebabkan Troy dan Gadis kembali terpental ke dalam mimpi yang tak ubahnya seperti dimensi lain. Dalam mimpi tersebut, mereka mempunyai anak kembar dan menjadi keluarga bahagia. Namun kebahagiaan itu lenyap ketika mendadak anak kembar mereka meninggal dan seketika mereka tersadar ke realita kehidupan nyata.


Kilasan-kilasan mimpi tersebut makin sering terjadi sejak mereka tiba di London. Bahkan saat mata mereka terjaga sepenuhnya. Akhirnya Troy dan Gadis sepakat untuk melupakan semua kejadian aneh itu dan fokus pada seminar mereka. Tak peduli di negeri orang, Troy dan Gadis masih saja menunjukan sikap saling membenci. Hingga kemudian Gadis bertemu dengan Putra, cinta pertamanya saat SMA. Troy berusaha tidak peduli dengan kehidupan pribadi Gadis. Namun mau tak mau, kehadiran Putra dalam seminar tersebut sedikit tidaknya mempengaruhi mood Troy dalam menjalani hari-hari di London. Puncaknya ketika Gadis menyatakan akan menikah dengan Putra sepulang mereka ke Jakarta, Troy benar-benar merasa dirinya hancur.  


Di lain pihak, Gadis masih terganggu dengan mimpi-mimpi anehnya bersama Troy. Untuk itu ia meminta Troy untuk menemaninya menemui gipsi yang bertanggung jawab atas semua kutukan tak masuk akal ini. Dan mulai lah perjalan mereka berdua mengunjungi desa-desa tua Inggris. Dalam petualangan mereka menemukan si gipsi, lambat laun Gadis memahami sisi lain Troy yang baik dan penuh perhatian. Dapatkah Troy menyadarkan Gadis bahwa keputusannya menikah dengan Putra merupakan keputusan yang salah? Dan benarkah serangkaian mimpi-mimpi aneh Troy dan Gadis yang terasa begitu nyata disebabkan oleh seorang gipsi tua?



"Banyak hal dalam hidup ini yang tidak bisa dilabeli dengan kata-kata yang punya keterbatasan. Padahal untuk bisa memahami hal-hal yang tidak bisa dilabeli, kita hanya perlu jujur merasakannya dengan hati. Sesederhana itu." (halaman 336)
"Hanya orang bodoh yang membiarkan otak mereka memutuskan apakah mereka sedang jatuh cinta atau tidak." (halaman 337)
"Kalau kamu benar-benar jatuh cinta pada seseorang, hatimu akan tahu. Tapi hati-hati dengan pikiranmu, karena ia bisa menipu dengan berbagai dalih yang akan membuatmu tak mengacuhkan kata hati" (halaman 338)

***

Akhirnya kelanjutan novel Love, Hate & Hocus~Pocus terbit!! Setelah 5 tahun cuy, akhirnya terbit juga. Lama ya. Tapi itu sebanding kok mengingat tebalnya novel ini. Dijamin puas liat tingkah Troy dan Gadis yang bikin gemes dan ego mereka yang sama-sama selangit itu lho, pengen dijitak aja. Berbeda dengan novel yang pertama, konflik di novel ini lebih runcing dan bikin emosi naik turun ngeliat perkembangan hubungan mereka. Tema cerita ini memang sederhana, benci jadi cinta. Tapi entah kenapa dalam novel kedua cerita terasa begitu rumit sehingga sangat menyenangkan untuk diikuti. Intinya, menurutku novel yang kedua lebih menarik dari novel pertama. 

Masih inget dengan Lucinda, mantan Troy yang merupakan model cantik nan modis? Dalam novel ini tokoh Lucinda kembali muncul. Di awal cerita emang tokoh ini kelihatan nggak berbahaya, malah tokoh Putra terlihat lebih berbahaya. Tapi begitu mendekati ending cerita, Lucinda mengambil peran penting dalam menghancurkan hubungan Troy dan Gadis yang baru saja bahagia. Padahal Troy baik banget lho di novel ini, perhatiannya ke Gadis bener-bener tulus. Kepribadian Troy udah nggak kayak novel pertama yang luar biasa bikin enek gara-gara sikap overnya terhadap penampilan. 


(Spoiler!) Mengenai ending, sebenernya aku kurang puas. Pengen liat gimana reaksi Troy setelah melihat Gadis yang balik mengejarnya. Sedih banget deh liat Troy yang ngungkapin cintanya tapi Gadis tetep dengan egonya memilih Putra. Tentang si gipsi, aku no comment deh. Masih bingung bagaimana sistem kerja si gipsi dalam mengatur mimpi-mimpi Troy dan Gadis. 

Terlepas dari ketidakpuasaan terhadap endingnya, novel ini termasuk novel yang aku rekomendasikan untuk dibaca. Novelnya bener-bener pembangkit mood. Mengingat aku masih kena sindrom 'pembaca kecewa' terhadap novel Tujuh Lukisan Horor, lanjutan OMEN. Yang ternyata nggak seseru novel pertamanya. Dan mengingat beberapa novel teenlit yang tidak berhasil saya tuntaskan membacanya. Otomatis keberhasilan saya membaca novel Love, Curce & Hocus~Pocus ini secara estafet (baca : sekali baca langsung selesai), benar-benar rekor. Pokoknya nggak bakal bosen deh buat bacanya, tapi pengecualian untuk prolog ya.


Oh ya, aku baca novel ini sambil denger lagu Doojoon & Junhyung BEAST - I am a Man yang baru aja direlase dan dapat didownload secara gratis pada situs resmi Cube Entertaiment. Entah kenapa kalau denger lagu ini, feel patah hati Troy Mardian dapet banget. Coba deh. (rai-ina)

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
Setelah membaca mohon tinggalkan pesan pada kolom komentar.
Salam. ^^

 
Copyright (c) 2010 My Dream is My Life. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.