Senin, 02 April 2012


Penulis : Retni SB
Penerbit : Gramedia Putsaka Utama
Tebal : 280 halaman
Terbit : April 2007
Rating : 4/5

Wajah lumayan, karier ada, dukungan keluarga nggak pernah kurang, punya teman se-geng yang asik abis, bisa ketawa kapan saja, dan... statusnya bukan jomblo. Itulah Pipit. Semua itu cukup jadi modalnya untuk bahagia, kan? Memang.

Tapi, sejak dia mendadak ketiban rezeki jadi ibu bagi Lio, bocah laki-laki umur lima tahun, hidupnya berubah 180 derajat! Putus dengan pacar, tenaga dan emosi terkuras ke sana-sini, pekerjaan kacau-balau---bahkan sampe dipecat---teman-teman menjauh.... Aduh! Semua berantakan!

Apa yang bisa membuat hidupnya kembali cerah seperti dulu? Dokter yang memeriksanya menyarankan supaya dia segera punya pacar. Ha! Mana ada sih cowok yang mau menerima dia lengkap satu paket dengan Lio?

Pak Sapta yang dewasa dan mapan saja, yang mampu melimpahinya dengan perhatian dan hadiah serbasempurna, tak ingin keasikannya dengan Pipit ditengahi Lio....

Kebalikan dengan Aries. Ah, cowok sinting itu malah mampu membuat Lio menjadi tenang. Tapi sebelnya, cowok itu hobi benar adu mulut... mulutnya gak ada brentinya nyela dan berkomentar...




Sinopsis :
Pipit Astuti, 26 tahun. Wajah lumayan, karier oke, kepribadian oke --maksudnya punya temen yang diajak bercanda saat jam kerja-- dan punya pacar yang namanya Yocky. Namun semua berubah ketika Pipit menemukan bahwa kakaknya dan kakak iparnya, Lia- Fadil menjadi korba gempa Jogja dengan kekuatan 5,9 skala richter!!


Karena kematian Lia-Fadil otomatis tugas mengasuh Lio --anak Fadil dan Lia-- jatuh kepada Pipit. Seandainya Lio seperti anak normal 5 tahun pada umumnya, mungkin Pipit dengan senang hati akan mengurusi Lio. (Secara Pipit kan Tante Lio) Tapi bagaimana kalau Lio adalah seorang bocah penderita autis yang harus diawasi selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, tanpa jeda? Bisa gawat dunia Pipit!! Lio merupakan anak yang kesulitan melakukan kontak dengan orang sekelilingnya, sering melakukan kegiatan yang sama berulang kali, tahan berdiam diri dengan satu posisi, dan menganggap dirinya hidup di dunia sendiri. 


Saat itulah Pipit mengalami depresi. Karier berantakan, bertemanan yang mulai goyah, putus dari Yocky, bahkan harus serumah dengan si monyet, Aries! Lengkap sudah. Memang selain Bik Suni, Aries juga ikut mengurusi Lio disela-sela jadwalnya mencari berita. Aries adalah reporter dan merupakan adik Fadil a.ka. Oom-nya Lio!


Bingung mengurusi Lio yang susah didekati dan tinggal serumah dengan Aries yang suka adu mulut, membuat hidup Pipit makin berantakan. Hingga suatu hari Aries mengajak Pipit ke dokter untuk memeriksakan kondisi Pipit yang semakin hari mirip orang yang tak ingin hidup. Kata dokter Sari, Pipit memerlukan pasangan hidup untuk menyeimbangkan tugasnya mengurusi Lio. What? Dan yang terpikir dibenaknya saat itu adalah Oom Lio alias Aries yang cocok menjadi pendamping hidupnya.


Namun cerita belum usai. Masih ada Amy, calon psikolog yang menjadikan Lio sebagai sampel penelitian anak autis dan menaruh perhatian pada Aries. Bahkan dalam waktu singkat, Amy bisa akrab dengan Lio! Padahal Pipit susah sekali mendekati Lio karena anak tersebut sering menghindar darinya. 


Tanpa sadar, perasaan cemburu bersarang di hati Pipit melihat kedekatan Amy dengan Lio dan Aries. Tapi bagamaina kalo Pak Sapta --mantan atasannya-- menaruh perhatian pada dirinya? Apalagi sejak Pipit berkerja di XXX Bananas, ia dan Pak Sapta malah menjadi dekat. Tanpa sadar Pipit mulai mengabaikan tugasnya menjaga Lio dan seseorang mulai cemburu tiap kali melihat Pipit dan Pak Sapta jalan keluar... Siapa lagi kalau bukan Aries, Oom Lio. Mulai ketebak atau mulai penasaran sama novel ini?  


Yihaaa.. Aku bener-bener kepincut sama sosok Aries yang sangat sabar menghadapi Lio. Berbeda dengan Pipit yang naik darah tiap kali sadar bahwa dirinya tidak cukup pintar ''menjinakkan'' Lio. Apalagi waktu Pipit dan Aries yang harus sama-sama tidur di kamar Lio karena Lio mulai memberontak. So sweet abis!


Dari segi cerita, novel ini bagus karena menyangkut gimana kehidupan anak autis seperti Lio. Tapi entah kenapa, ada kalanya aku bosan membaca beberapa bagian dari novel ini. Mungkin karena terlalu bertele-tele atau apa, aku juga nggak ngerti. Yang jelas aku cuma semangat waktu baca bagian Pipit dan Aries. Hehe


Ending novel ini sesuai harapan para pembaca kebanyakan. Pengemasan ending juga oke.  Singkat, padat, dan tepat! Mungkin kekurangan dari novel ini terletak pada sampulnya yang kurang menarik. Tapi untungnya diselamatkan oleh sinopsis belakang sampul novel yang sedikit tidaknya dapat menggugah kamu-kamu yang lagi iseng mengisi waktu luang... (rai-ina) 

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.
Setelah membaca mohon tinggalkan pesan pada kolom komentar.
Salam. ^^

 
Copyright (c) 2010 My Dream is My Life. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.